Rabu, 22 Juli 2026 | 01:01
NEWS

HPN 2026, Momentum Banten Mengukir Sejarah

HPN 2026, Momentum Banten Mengukir Sejarah
Dari kiri ke kanan, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S Depari, Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PWI Pusat Ariawan tengah berbincang terkait HPN 2026 (Dok PWI Banten)

ASKARA - Penetapan Banten sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2026 membawa kebanggaan sekaligus tantangan. Gubernur Andra Soni menyatakan kesiapan daerahnya, namun kesiapan tidak cukup hanya diucapkan. HPN harus dipersiapkan dengan serius, agar tidak menjadi seremoni tahunan yang berlalu tanpa meninggalkan jejak berarti bagi masyarakat Banten.

HPN sejatinya adalah momentum refleksi peran pers dalam kehidupan berbangsa. Bagi Banten, ini juga kesempatan emas untuk menampilkan identitas daerah yang kaya sejarah, kultur religius, dan semangat kebangsaan. Jika dikemas dengan baik, HPN dapat mengangkat keunggulan lokal sekaligus memperluas jejaring nasional maupun internasional.

Pernyataan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bahwa HPN mesti mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan menjadi pengingat penting. Banten perlu memanfaatkan acara ini untuk membuka ruang promosi potensi daerah, dari sektor pariwisata hingga investasi. Kolaborasi antara PWI Pusat, PWI Banten, dan pemerintah provinsi harus menghasilkan program konkret, bukan sekadar acara seremonial.

Lebih jauh, HPN 2026 juga harus menjadi momentum memperkuat kapasitas jurnalisme. Di tengah arus informasi yang kian cepat, pers membutuhkan daya kritis, integritas, dan profesionalitas yang lebih kokoh. Kehadiran wartawan dari seluruh Indonesia di Banten dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring pengetahuan sekaligus memperkuat solidaritas profesi.

Soliditas organisasi pers pasca konsolidasi di tubuh PWI menjadi modal tambahan. Dengan koordinasi yang lebih rapi, pers diharapkan tidak hanya mampu mengawal pembangunan, tetapi juga menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah. Kolaborasi yang sehat antara pers dan pemerintah akan membawa dampak lebih luas bagi tata kelola demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.

Tantangan terbesar kini ada pada Banten sendiri. Apakah mampu menjadikan HPN 2026 sebagai tonggak sejarah, atau justru hanya menjadi catatan seremoni tahunan? Jawabannya ada pada keseriusan pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai energi kebangkitan baru. Pers yang kuat akan membuat Banten semakin berdaulat dan bermartabat.

 

 

Komentar