Minggu, 07 Juni 2026 | 22:56
NEWS

Bincang Unimus

Tragedi Satu Kilogram Cacing sebagai Alarm Kesehatan Anak

Tragedi Satu Kilogram Cacing sebagai Alarm Kesehatan Anak
Bincang Unimus (Dok halosehat)

ASKARA - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menghadirkan episode terbaru Bincang Unimus pada Jumat (12/9) sore. Episode kali ini mengangkat tema sensitif sekaligus menggugah, bertajuk "Tragedi Satu Kilogram Cacing: Alarm Kesehatan Anak-anak Indonesia," yang menyoroti kasus kematian tragis seorang balita bernama Raya akibat cacingan.

Podcast yang tayang di kanal YouTube resmi Unimus ini menghadirkan Prima Trisna Aji, dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Unimus, sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Muhammad Reza Pahlevi, Duta Unimus, dengan arahan sutradara Anggri WD. Format dialog interaktif yang ringan namun sarat makna membuat isu serius ini lebih mudah dipahami publik.

Dalam perbincangan, Prima menegaskan bahwa kasus kematian Raya bukan sekadar persoalan medis biasa. Dari hasil pemeriksaan ditemukan hampir satu kilogram cacing di tubuh balita tersebut.

"Kematian ini adalah tragedi kemanusiaan, bukan sekadar tragedi medis. Ada unsur kelalaian yang menyebabkan seorang anak kehilangan nyawanya," tegasnya.

Prima juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah agar tidak lagi menyepelekan cacingan. Menurutnya, tragedi Raya harus menjadi alarm keras bagi kesadaran publik.
"Jangan sampai muncul 'Raya-Raya' berikutnya. Jangan menunggu ada korban baru kita ramai bicara," ujarnya.

Opini Prima mengenai kasus ini sebelumnya telah dipublikasikan di Harian Kompas serta diberitakan di media internal PTM Muhammadiyah dan Aisyiyah. Hal ini menegaskan bahwa isu cacingan bukan hanya persoalan lokal, tetapi sudah menjadi perhatian nasional.

Sebagai dosen, Prima menilai peran akademisi adalah menyuarakan kebenaran dan edukasi melalui tulisan maupun media.
"Mahasiswa mungkin bisa turun ke jalan menyuarakan aspirasi lewat demonstrasi. Sementara saya sebagai dosen menyuarakan melalui opini di media massa. Dengan tulisan, saya bisa menggerakkan kesadaran publik," jelasnya.

Kasus Raya mencerminkan lemahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan pencegahan cacingan. Menurut Prima, langkah sederhana seperti menjaga sanitasi, pemberian obat cacing rutin, dan edukasi kepada orang tua dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Melalui Bincang Unimus Semarang, kampus berharap isu kesehatan anak tidak lagi dianggap remeh. Kesehatan anak, terutama dalam mencegah penyakit cacingan, disebut sebagai tanggung jawab bersama orang tua, tenaga kesehatan, sekolah, hingga pemerintah.

 

Komentar