Rabu, 22 Juli 2026 | 19:07
COMMUNITY

UGM Bekali Karang Taruna Margokaton, Jurnalisme Warga Tangkal Hoaks dan Perkuat Persatuan

UGM Bekali Karang Taruna Margokaton, Jurnalisme Warga Tangkal Hoaks dan Perkuat Persatuan
UGM Bekali Karang Taruna Margokaton (dok.alfi/askara)

ASKARA – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Program Studi Ketahanan Nasional (Tannas), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Penguatan Jurnalisme Warga untuk Mewujudkan Ketahanan Sosial Budaya” pada Sabtu (13/9) di Aula Balai Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan diikuti oleh pemuda Karang Taruna Margokaton. Acara juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimcam) Seyegan bersama perangkat Kalurahan Margokaton.

Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. hadir sebagai narasumber utama. Ia menegaskan pentingnya jurnalisme warga dalam membangun ekosistem informasi yang sehat sekaligus memperkuat kohesi sosial budaya. Menurutnya, dunia maya kini telah menjadi ruang publik yang menuntut etika dan tanggung jawab.

“Program jurnalisme warga ditujukan untuk pemuda-pemudi Margokaton agar mampu memanfaatkan dunia maya secara bijak, mengedepankan etika publik, dan tidak sembrono dalam bertindak,” ujar Prof. Armaidy. Ia menambahkan, berita yang sehat dapat mempererat persatuan, berbeda dengan gosip yang justru memecah belah.

Dalam paparannya, Prof. Armaidy juga mengutip lagu kebangsaan “Ibu Pertiwi” dan “Indonesia Pusaka” sebagai refleksi rasa cinta tanah air. Menurutnya, harapan bagi Indonesia akan tetap hidup selama generasi muda masih merinding ketika mendengarkan lagu-lagu kebangsaan.

Ia menekankan, kegiatan ini dapat memperkuat peran pemuda Margokaton sebagai pelopor jurnalisme warga. Kehadiran mereka di ruang publik diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem informasi yang sehat demi menjaga ketahanan sosial budaya masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan  kandidat doktoral Program Studi Ketahanan Nasional UGM yang sekaligus praktisi mediax Iwan Septiawan. 

Dalam pemaparannya, Iwan menjelaskan tentang ancaman disintegrasi sosial yang kerap menjadi tantangan bangsa.

“Disintegrasi sosial adalah kondisi perpecahan, kerusakan, atau kehancuran struktur nilai, norma, dan tatanan sosial dalam masyarakat. Hal ini memicu konflik antarindividu maupun antarkelompok,” jelasnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut bisa dipicu berbagai faktor seperti ketidakpuasan sosial, primordialisme sempit, ketimpangan ekonomi, perbedaan etnis dan agama, hingga hilangnya kesepakatan terhadap tujuan bersama.

Jika tidak ditangani dengan baik, disintegrasi sosial dapat menimbulkan dampak serius seperti instabilitas politik, konflik berkepanjangan, serta lunturnya rasa kebangsaan. Karena itu, kehadiran jurnalisme warga menjadi penting untuk menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat.

Komentar