Kamis, 04 Juni 2026 | 10:42
NEWS

Tragedi Pejompongan: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Publik Tagih Keadilan!

Tragedi Pejompongan: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Publik Tagih Keadilan!
Mobil Rantis Brimob (dok.askara)

ASKARA - Tragedi memilukan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat Affan Kurniawan, pria berjaket ojek online (ojol) tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob dalam insiden pembubaran massa usai demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Peristiwa mengenaskan itu terekam kamera warga dan viral di media sosial, memperlihatkan mobil rantis melaju dan melindas tubuh korban tanpa henti, dalam situasi mencekam usai pembubaran massa demonstrasi di sekitar DPR.

Dalam siaran pers resmi, Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), Ade Mulya, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kehilangan tersebut.

Ia mengkonfirmasi, korban bernama Affan Kurniawan, Mitra Driver Gojek. "Dapat kami sampaikan bahwa Affan Kurniawan merupakan Mitra Driver Gojek. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya, Jumat (29/8).

GOTO telah melakukan verifikasi dan investigasi internal bersama pihak terkait. Perusahaan juga memberikan bantuan berupa fasilitas ambulans, proses autopsi dan visum, serta santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan dan tanggung jawab sosial.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga korban dan memberikan upaya terbaik, sembari berkoordinasi dengan pihak berwenang,” tambah Ade.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf dan mengaku menyesalkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah penanganan telah diperintahkan kepada jajarannya.

“Saya sangat menyesali insiden ini dan mohon maaf sebesar-besarnya. Kami akan mengambil langkah tegas untuk penanganan dan evaluasi,” kata Sigit dalam pernyataan tertulis, Kamis (28/8/2025).

Namun publik menuntut langkah hukum tegas dan transparansi atas tragedi yang disebut sebagai “kekerasan negara terhadap rakyat kecil.”

Permintaan maaf dianggap belum cukup. Tagar #KeadilanUntukAffan menggema di media sosial, menuntut akuntabilitas aparat.

"Jangan hanya minta maaf! Tunjukkan keadilan. Nyawa ojol bukan collateral damage!" tulis salah satu pengguna X (Twitter).

Publik kini menanti transparansi dan keadilan dalam proses investigasi serta langkah nyata untuk mencegah tragedi serupa terulang, apakah hukum berpihak pada korban, atau kekuasaan?

Komentar