Selasa, 21 Juli 2026 | 15:42
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri: Ingat Janji Allah, Iman dan Takwa adalah Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat

Prof. Rokhmin Dahuri: Ingat Janji Allah,  Iman dan Takwa adalah Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS (ngaji bareng online)

ASKARA - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, manusia terus mencari jalan menuju kebahagiaan. Namun seperti yang disampaikan oleh Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, sesungguhnya jalan itu telah lama terbuka—terang dan jelas dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Ia menyampaikan setiap manusia atau insan yang normal,  yang tidak mengalami gangguan jiwa pasti hidupnya ingin sukses bahagia tidak hanya di dunia tapi juga di Akhirat.  Sukses dan bahagia kalau orang yang baik bukan hanya untuk diri dan keluarganya tetapi juga untuk tetangga, masyarakat dan bahkan untuk bangsanya.

“Setiap insan yang normal pasti ingin sukses dan bahagia, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk keluarga, masyarakat, bahkan bangsanya," ujar anggota Komisi IV DPR RI 2024 - 2029, dikutip YouTube Ngaji Bareng Online, Sabtu (23/8). 

Kebahagiaan sejati, jelasnya, bukan sekadar materi atau pencapaian duniawi. Ia adalah ketenangan jiwa, kelapangan hati, dan keberkahan hidup yang melampaui batas waktu. Dan menurut Prof. Rokhmin, kita tak perlu mencari metode baru untuk mencapainya. Allah telah menjanjikan jalan itu bagi mereka yang beriman dan bertakwa.

"Buat kita muslim muslimah yang beriman sesungguhnya tidak harus mencari metode atau cara bagaimana kita menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akherat," ujar Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu .

Kalau manusia ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat maka jawabannya ada di Alquran dan tentunya dibarengi al-hadits. Di Alquran itu Allah memastikan atau memberikan petunjuk pada kita kalau ingin hidup bahagia jalan satunya adalah kita mukmin mukminah, muslim muslimah harus hidup beriman dan bertakwa kepada Allah.

Menurut Alquran dan hadis bahwa kunci hidup bahagia di dunia dan akhirat itu adalah kita beriman dan bertakwa kepada Allah. Ia memaparkan ada tiga alasan, kenapa orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah pasti hidupnya itu bahagia di dunia akhirat.

Alasan pertama adalah menurut informasi dan janji Allah sendiri, kalau orang di pesantren namanya dalil naqli atau alasan naqli. Kedua adalah alasan aqli (rasional). Orang yang tidak punya akal tidak dituntut melaksanakan. Kemudian alasan ketiga, fakta empiris bahwa orang yang beriman dan bertakwa pasti bahagia.

Surat At-Talaq (65) ayat 2–5 menjadi penegasan ilahi bahwa: Allah memberi mahraj (jalan keluar) dari setiap kesulitan; Allah mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka; Allah mencukupkan kebutuhan hidup.l; Allah memudahkan urusan; Allah melipatgandakan pahala dan mengampuni dosa.

Hidup Bertakwa: Jalan Menuju Rumah yang Asri dan Hati yang Damai. Kerja keras, doa yang tulus, tahajud yang khusyuk, dan silaturahim yang ikhlas adalah fondasi hidup bertakwa. Dan dari situ, rezeki mengalir, kemudahan datang, dan kebahagiaan tumbuh—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

“Tadinya seolah-olah nggak ada rezeki, tiba-tiba bisa beli rumah yang indah dan islami,” ujar 

Takwa Adalah Investasi Abadi

Di dunia yang penuh ketidakpastian, iman dan takwa adalah kompas yang tak pernah meleset. Ia bukan hanya menjanjikan kebahagiaan di dunia, tapi juga keselamatan di akhirat. Maka, mari kita hidup dengan keyakinan, bekerja dengan keikhlasan, dan berdoa dengan harapan. Karena janji Allah itu pasti.

Jika kita rajin dan berinteraksi dengan Al-Quran, membaca mentadaburi dan mengamalkan, ingat Al Quran surat 65 atau surat At-Talaq itu janji Allah tertuang di dalam ayat ke 2 sampai ayat 5. 

"Di dalam penggalan ayat kedua dari surat At-Talaq ini Allah berfirman, barang siapa orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah maka Allah akan berikan mahroj atau jalan keluar kalau dia menghadapi kesusahan, kalau dia menghadapi kesusahan atau problema," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, di awal ayat ke-3 nya Allah berfirman, bagi orang yang beriman dan bertakwa, Allah memberikan rizki yang paling datangnya tidak disangka-sangka. Kalau kita rajin bekerja kemudian bersilaturahim dengan manusia yaitu dengan baik, berdoa kepada Allah beriman dan bertakwa pasti sering menjumpai seperti itu.

"Kalau kita udah kerja keras, berdoa, tahajud yang benar dan bertakwa kepada Allah serius serius sekali kita merasakan ada saja rezeki," tutur Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Kemudian di ayat ke-3 nya barangsiapa orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah akan diberikan kecukupan hidupnya. "Jadi cukup aja. Orang beriman dan bertaqwa itu kerja keras kerja, ikhlas berdoa kepada Allah menjalin silaturrahim itu cukup. Tadinya seolah-olah nggak ada rezeki tiba-tiba ada rezeki bisa beli rumah yang asri indah dan islami," ucap Prof. Rokhmin Dahuri.

Kemudian di ayat ke 4, Allah berfirman,  barang siapa orang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan hidupnya. Selanjutnya, dalam ayat ke-5 nya Allah berfirman, barang siapa orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah maka setiap amalannya, pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah. Sebaliknya kalau dia berbuat dosa kecil bukan dosa besar itu diampuni. Kalau dosa besar dia melakukan taubatan nasuha, seperti riba, berzinah, korupsi dan seterusnya.

Janji Allah bagi orang yang beriman dan bertakwa untuk sukses dan kebahagiaan hidup di dunia tercantum atau terangkum dalam surat At-Talaq ayat 2 sampai 5.

Pertanyaan kita adalah apalagi yang diperlukan manusia kalau pertama dengan Allah buat orang yang beriman bertakwa jalan keluar kalau kita menghadapi kesusahan. Kedua adalah rizki yang datangnya tidak disangka-sangka dan ketiga adalah kecukupan di dalam hidupnya. Kemudahan bagi orang yang beriman dan bertakwa dan kemudian yang ke-5 dan ke-6 Allah berikan pahala yang berlipat ganda, Mukmin Mukminah, Muslim Muslimah beramal sholeh kalau kita melakukan dosa itu Allah akan mengampuni?

Lalu bagaimana di Akhirat? Membaca dan mentadaburi surat Ali Imron surat ke 3 di ayat 133. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman bersegeralah kamu mencari ampunan dari Allah dan surga yang luasnya lebih besar dari langit dan bumi, bahwa surga di akhirat nanti itu hanya diperuntukkan kepada muslim muslimah yang beriman dan bertakwa kepada Allah"

 "Jadi tidak ada kata bagi muslim atau muslimah itu bete. Kemudian patah hati,  jengkel apalagi putus asa. Karena Allah sudah menjanjikan bahwa kita Muslim Muslimah yang beriman dan bertakwa yang punya tiket untuk masuk surga," tegasnya.

Dalam sebuah hadits, ketika Rasulullah SAW itu ditanya mengenai dunia,  menjawab dunia itu kalau kau celupkan jarimu itu di samudra yang paling luas lalu jari kita diangkat kalau ada tetesan air itulah dunia. Selain itu ada hadits yang shohih, kata Rasulullah bahwa kenikmatan Allah yang dicurahkan di dunia ini hanya  1% persen. Sedangkan di surga 99%. Tapi anehnya banyak yang berantem antara  anak dan orang tua, antara saudara, antara tetangga, antara teman satu kantor gara-gara rebutan harta, gara-gara rebutan jabatan. Nauzubillah minzalik.

Betapa bodohnya orang itu dapat tertutupnya orang itu karena pernah ikut ngaji bareng online, tidak pernah baca dan mentadaburi Alquran Hadis dan kitab-kitab para ulama.

Jadi,  tidak ada itu orang muslim beriman dan bertakwa, kemudian menjalankan Islam secara Kaffah menyeluruh dan ittiba menurut tuntunan Rasulullah yang tidak bahagia dan tidak sukses. Karena tujuan kita adalah surga 

Padahal masalah yang seringkali membuat orang  memutilasi istrinya semakin banyak terjadi itu yang merampok, membunuh orang lain atau bunuh diri dst, itu karena ada masalah.

Definisi masalah kalau tujuan kita itu tidak tercapai. Jadi ada gap antara das sollen dan keinginan dan fakta atau das sein. Menurutnya , kalau  orang sekuler dan orang kafir tidak percaya sama akhirat , kalau dia ingin jadi presiden tidak jadi bisa bunuh diri itu. Kalau dia menjadi menteri nggak jadi menteri bisa bunuh diri. Kalau dia ingin kaya bisa korupsi dan seterusnya.

Tetapi orang beriman tujuannya adalah di surga dan tahu bawa makna kehidupan di dunia hanya sementara, senda gurau, sandiwara mataa'ul ghuruur dan ujian  kalau kita itu sudah berusaha dan berdoa lalu hasilnya tidak sesuai kita tinggal bertakwa kepada Allah. Karena kita punya tujuan yang lebih Ultimate yang lebih hakiki adalah masuk Surga dan menggapai ridho Allah.

"Itulah janji Allah buat orang yang beriman dan bertakwa, sukses bahagia story individu itu di Surat At-Talaq ayat 2 sampai 5, kemudian sukses bahagia di akhirat dengan masuk surga ada di surat Ali Imron ayat 133," ujarnya.

Lalu, bagaimana penduduk suatu negara yaitu Indonesia  itu beriman dan bertakwa kepada Allah? Prof. Rokhmin Dahuri mengungkapkan, bahwa Allah punya janji dan komitmen. Allah berfirman Surat Al A'raf 96, "Jika sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa kepada Ku, pasti lah Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah yang datangnya dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka kami siksa mereka disebabkan dari perbuatannya."

Contohnya adalah Indonesia negara yang oleh Allah di berkaitan dengan alam yang sangat melimpah gemah ripah loh jinawi, tetapi rakyat miskin yang masih 26 juta orang, itu kalau garis kemiskinan nya Rp580.000 per orang/ bulan. Sedangkan kalau menurut garis kemiskinan yang realistis sesuai dengan kenyataan di lapangan yaitu garis kemiskinan yang dirumuskan oleh Bank Dunia yaitu 3,2 dollar per orang/ hari atau 96 dolar per bulan, kalau dirupiahkan batasan sekitar 1,5 juta per bulan, maka rakyat Indonesia masih miskin itu sekitar 112 juta atau sekitar 37%.

"Ketika saya melakukan kampanye untuk terpilih jadi anggota DPR RI di Kota Kabupaten Cirebon ke Indramayu saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri bahwa kemiskinan itu benar-benar terjadi di Indonesia. 42% rumah yang ada di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu itu 40% yaitu dihuni oleh lebih dari dua keluarga besar.  Orang tua itu punya anak sudah 5 tahun 10 tahun tidak punya kerjaan. Atau kalau punya kerjaan pun gajinya tuh pendapatannya kecil sekali dibawah 2,5 juta  Rumahnya numpuk-numpuk. Sangat menyedihkan sekali. Sementara banyak pejabat yang bisnis nikel timah, korupsi 127 triliun dan seterusnya, karena tidak beriman dan bertakwa," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.

Komentar