Selasa, 21 Juli 2026 | 11:34
NEWS

Prabowo Kumandangkan Ulang Proklamasi, Rakyat Larut Haru di HUT ke-80 RI

Prabowo Kumandangkan Ulang Proklamasi, Rakyat Larut Haru di HUT ke-80 RI
Presiden Prabowo bacakan ulang teks proklamasi di HUT ke-80 RI (Dok Askara)

ASKARA– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2025), berlangsung penuh khidmat dan meninggalkan kesan mendalam. Salah satu momen bersejarah yang paling ditunggu adalah saat Presiden Prabowo Subianto membacakan kembali teks Proklamasi Kemerdekaan RI.

Dengan suara lantang dan penuh semangat, Presiden Prabowo mengumandangkan naskah yang pertama kali dibacakan oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Ribuan peserta upacara, mulai dari pejabat negara hingga masyarakat umum, larut dalam suasana haru saat detik-detik proklamasi diperdengarkan kembali.

Pembacaan ulang teks proklamasi menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dan kedaulatan bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” sebagai penegasan komitmen untuk menjaga persatuan serta membangun Indonesia yang adil dan sejahtera di tengah tantangan global.

Apresiasi datang dari Penasihat Forum Pemred SMSI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi, yang juga rekan seangkatan Presiden Prabowo di Akademi Militer 1973. Menurutnya, langkah Presiden membaca ulang teks proklamasi memberikan pengingat kuat akan pentingnya persatuan nasional.
“Tema perayaan tahun ini bukan sekadar slogan. Itu adalah ajakan nyata agar rakyat bersama-sama menghidupkan kembali semangat juang dan gotong royong demi Indonesia maju,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Saurip Kadi menegaskan, pengorbanan para pahlawan yang berjuang dengan segala keterbatasan harus menjadi inspirasi bagi bangsa saat ini. “Kalau dulu pejuang kita melawan penjajah dengan bambu runcing, sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, menjaga persatuan, dan bekerja keras dari Sabang sampai Merauke. Tidak boleh ada sekat yang memecah belah bangsa,” tambahnya.

Delapan dekade setelah proklamasi dikumandangkan, bangsa Indonesia kembali diingatkan bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan panjang, bukan hadiah. Peringatan HUT ke-80 RI ini menjadi momentum memperkokoh tekad bersama menjaga persatuan, memperjuangkan kedaulatan, dan menggapai cita-cita Indonesia maju.

 

Komentar