Senin, 15 Juni 2026 | 17:36
NEWS

Guncangan di Pati: Demo Berujung Ricuh, Dua Warga Tewas, DPRD Bentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo

Guncangan di Pati: Demo Berujung Ricuh, Dua Warga Tewas, DPRD Bentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo
Suasana demo di Pati (Dok Askara)

ASKARA -  "Kericuhan di depan Kantor Bupati dan DPRD Pati menjadi puncak akumulasi konflik politik, kebijakan kontroversial, dan dugaan pelanggaran sumpah jabatan."

Kota Pati pada Rabu (13/8/2025) berubah menjadi medan politik yang panas. Aksi unjuk rasa ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu awalnya digelar untuk menuntut Bupati Sudewo mundur. Namun, siang itu, kemarahan rakyat berubah menjadi ledakan sosial yang sulit dibendung.

Sejak pukul 10.45 WIB, massa memadati area Kantor Bupati dan Gedung DPRD. Lemparan botol, teriakan tuntutan, dan aksi memanjat pagar menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Hingga pukul 11.00 WIB, Sudewo belum menemui massa, memicu eskalasi ketegangan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkap indikasi penyusupan kelompok luar yang memanaskan suasana.

"Situasi berkembang, mungkin tidak kondusif karena disinyalir ada kelompok penyusup,” tegasnya.

Bupati Dilempari Saat Minta Maaf
Sekitar pukul 12.16 WIB, Bupati Sudewo akhirnya muncul di atas kendaraan polisi. Dengan pengeras suara, ia mengucap permintaan maaf singkat:

"Saya mohon maaf.”

Namun, rekonsiliasi tak tercapai. Botol air mineral melayang ke arahnya, memaksa ajudannya menangkis dengan tameng polisi. Sudewo segera mundur ke dalam kantor. Momen ini menjadi simbol jarak yang kian melebar antara pemimpin daerah dan warganya.

Parlemen Bergerak Cepat: Pansus Pemakzulan Dibentuk
Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah perwakilan massa berhasil masuk ke Gedung DPRD, rapat paripurna darurat digelar. Atmosfer di ruang sidang tak kalah tegang dengan di luar.

Fraksi PKS, Demokrat, Gerindra, dan PKB satu suara mengusulkan hak angket terhadap Bupati Sudewo, menudingnya melanggar sumpah jabatan dan membuat kebijakan yang memicu kegaduhan, mulai dari pengisian Direktur RSUD Soewondo hingga polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ketua DPRD Pati Ali Badrudi pun mengetok palu pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan.

"Pansus akan mengusut kebijakan Bupati Pati secara menyeluruh,” ujarnya.

Dua Nyawa Melayang di Tengah Gejolak
Di sela rapat, kabar duka mengguncang ruang sidang. Dua warga dilaporkan tewas dalam kericuhan aksi, masing-masing berinisial S dan Z. Anggota DPRD Teguh Bandang Waluyo membenarkan laporan tersebut, meski detail peristiwa belum terungkap.

Ketua DPRD Ali Badrudi meminta seluruh anggota DPRD mendoakan korban.

"Semoga diampuni oleh Allah,” ucapnya lirih.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyatakan masih memverifikasi kabar tersebut.

Arah Krisis Politik Pati
Kericuhan, korban jiwa, dan pembentukan Pansus pemakzulan dalam waktu kurang dari 24 jam menjadi indikasi krisis politik serius di Kabupaten Pati. Situasi ini berpotensi memicu gelombang aksi lanjutan, sekaligus menguji daya tahan sistem demokrasi lokal di tengah tekanan publik.

 

 

Komentar