Senin, 15 Juni 2026 | 18:57
NEWS

PATI BERGUNCANG! Lautan 100 Ribu Warga Kepung Bupati Sudewo, Ribuan Aparat Siaga

PATI BERGUNCANG! Lautan 100 Ribu Warga Kepung Bupati Sudewo, Ribuan Aparat Siaga
Aksi warga demo Bupati Sudewo di Pati, Rabu (13/8/2025). (Dok. live-YouTube)

ASKARA - Alun-Alun Pati hari ini diperkirakan berubah menjadi lautan manusia. Sekitar 100 ribu warga dari berbagai penjuru tumpah ruah, mengguncang jantung kota dengan teriakan tuntutan yang membahana. Bupati Pati, Sudewo, dikepung gelombang protes raksasa—meski kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 250 persen telah ia batalkan. Kemarahan rakyat terlanjur membara, menyulut aksi kolosal yang menggetarkan tanah Pati.

Gelombang massa ini merupakan bagian dari aksi besar-besaran Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.

Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istyanto, menegaskan kekecewaan warga sudah melampaui isu PBB. “Efek kebijakan Pak Sudewo itu bukan hanya soal pajak. Ada lima hari sekolah, regrouping sekolah yang membuat banyak guru honorer kehilangan pekerjaan, hingga PHK ratusan eks karyawan RSUD Soewondo tanpa pesangon,” tegas Teguh, Selasa (12/8).

Persiapan aksi ini berlangsung masif. Ribuan kardus air mineral disumbangkan warga dan ditempatkan di berbagai titik sekitar alun-alun untuk para peserta aksi. “Kami mewakili suara rakyat. Setiap sore dan malam warga datang untuk menyampaikan aspirasi kepada kami,” kata Teguh.

Ribuan Aparat Amankan Aksi
Polresta Pati menerjunkan 2.684 personel gabungan dari 14 polres, TNI, Satbrimob, Ditsamapta, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, dan instansi lainnya.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memastikan pengamanan dilakukan profesional dan humanis. “Kami sudah petakan titik rawan, siapkan rekayasa lalu lintas, dan menempatkan personel di jalur utama. Pendekatan dialogis akan diutamakan,” ujarnya.

Sudewo: Ada Kepentingan Politik
Bupati Sudewo menyebut aksi ini tidak murni dan diduga ditunggangi kepentingan politik. “Kebijakan PBB sudah dibatalkan, lima hari sekolah juga dikembalikan ke enam hari, tapi masih ada aksi. Itu artinya ada penunggang politik,” katanya.

Isu kenaikan PBB sebelumnya sempat membuat Presiden RI yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, turun tangan. Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono menyebut Prabowo langsung memerintahkan Sudewo—kader partainya—membatalkan kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen.

Meski begitu, gejolak warga tak mereda. Hari ini, Pati menjadi pusat sorotan nasional, diwarnai lautan manusia dan aparat yang siaga penuh di tengah suhu politik yang memanas jelang HUT ke-80 RI.

 

 

Komentar