Kamis, 04 Juni 2026 | 05:53
NEWS

KMA Sunarto: Jangan Ganggu Perjuangan Mahkamah Agung!

KMA Sunarto: Jangan Ganggu Perjuangan Mahkamah Agung!
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., memberikan pembinaan dan pengarahan penuh makna kepada seluruh aparatur peradilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali (Dok PT Bali)

ASKARA — Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., memberikan pembinaan dan pengarahan penuh makna kepada seluruh aparatur peradilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Dalam kesempatan tersebut, Ketua MA menegaskan pentingnya spiritualitas, integritas, dan profesionalisme sebagai fondasi utama mewujudkan badan peradilan yang agung.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Sujatmiko, S.H., M.H., dan dihadiri para pimpinan pengadilan negeri, wakil ketua, serta Hakim Tinggi Pengawas. Dalam suasana religius Bali yang menginspirasi, Sunarto mengajak seluruh aparatur untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dalam menjalankan tugas.

Ia menyampaikan bahwa pujian bisa menjadi racun, sedangkan kritik, masukan, bahkan cacian adalah “madu” untuk memperbaiki kualitas lembaga peradilan. Sunarto menekankan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan peradilan semakin tinggi di era digital, sehingga aparatur harus meningkatkan kemampuan dengan memanfaatkan teknologi, namun tetap menjaga nurani.

“Yang bekerja hanya dengan nalar dan naluri bisa digantikan robot. Tapi manusia punya nalar, naluri, dan nurani. Inilah yang membedakan,” tegasnya.

Sunarto mengingatkan bahwa pelayanan terbaik kepada pencari keadilan harus diniatkan sebagai ibadah. Ia juga menjelaskan bahwa promosi dan mutasi hakim maupun aparatur tidak lagi berbasis rasa, melainkan berbasis data objektif dari Bawas, asesmen profil, dan data individual.

“Pimpinan tidak boleh dilayani. Kalau ingin melayani, layanilah masyarakat dan Tuhan,” ujarnya. Ia bahkan mengibaratkan pelayanan terbaik seperti memberikan hadiah bermiliar-miliar kepada pimpinan, yakni melalui integritas.

Sunarto bermimpi pengadilan di masa depan bersih dari praktik transaksional. “Dulu promosi itu 3S: Sowan, Sungkem, Sajen. Mindset ini harus diubah. Kalau di atas tidak ada pelayanan transaksional, di bawah pun harus bersih,” tegasnya.

Ketua Mahkamah Agung menutup arahannya dengan ajakan tulus agar seluruh aparatur mendukung perjuangan MA dalam meningkatkan kesejahteraan hakim dan aparatur peradilan. “Berdoalah dan jangan ganggu perjuangan Mahkamah Agung mewujudkan badan peradilan yang agung,” pungkasnya.

 

Komentar