Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:49
Parodi

Negeri Impian: Bantuan Tak Merata, Biar Rakyat Ribut Sendiri

Negeri Impian: Bantuan Tak Merata, Biar Rakyat Ribut Sendiri
Ilustrasi bantuan sosial. (Dok. Freepik)

ASKARA – Dalam sebuah rapat tertutup yang bocor lewat tukang fotokopi di gedung pemerintahan, seorang pejabat tinggi dengan suara lantang namun lirih karena takut direkam, akhirnya mengungkap rahasia kenapa bantuan dari pemerintah tak pernah merata.

"Kalau semua kebagian bantuan, nanti siapa lagi yang ngemis ke kita? Kan gak seru hidup kalau gak ada yang merintih," ujar pejabat yang namanya disamarkan jadi “Pak Jelas Tapi Buram”.

Menurutnya, bantuan sengaja dibagi acak seperti arisan bodong. Tujuannya satu, menciptakan kekacauan horizontal. 

"Biar rakyat saling ribut, saling curiga. Jadi mereka lupa nuntut kita yang sebenarnya kerjanya manggut-manggut," kata Pak Jelas Tapi Buram, yang ucapannya bocor karena salah pilih tempat nongkrong.

Pejabat itu juga mengaku, sebagai aparat negara di Negeri Impian, dia harus terus menunduk kepada atasan yang katanya "bukan manusia biasa".

Dalam sistem yang sudah dikunci oleh oligarki, kata dia, berpihak ke rakyat bisa berarti berpulang lebih cepat dari kursi empuk kekuasaan.

Suara politik kotor semakin jelas terdengar bahwa Pengurus Warga dijadikan tumbal. Daripada mereka digeruduk rakyat.

“Bisa kacau nanti kalau kita yang digeruduk rakyat, mending kita tumbalin aja ke Pengurus Warga, mereka kan udah biasa berhadapan sama warga,” celotehnya sambil menyeruput kopi subsidi dari dana bansos yang katanya tersalurkan "dengan lancar ke ruang rapat"

“Lagian kita kan kita juga udah berhasil menggiring Negeri Impian ini biar disangka Pengurus Warga itu punya gaji,” lanjutnya sambil mikir proyek ke depan yang bisa dimainkan.

Sementara itu, di luar gedung, rakyat masih berharap. Meski yang mereka terima bukan bantuan, tapi hiburan dari drama politik yang tak kunjung tamat.

 

 

Komentar