Selasa, 21 Juli 2026 | 10:48
Parodi

Pemerintah Diminta Waspada: Buah Sawo Diduga Bisa Bikin Jatuh Cinta

Pemerintah Diminta Waspada: Buah Sawo Diduga Bisa Bikin Jatuh Cinta
Buah Sawo (Dok Askara)

ASKARA - Buah sawo kembali jadi sorotan publik. Bukan karena kena inflasi atau terlibat kasus korupsi vitamin, tapi karena dianggap terlalu manis… untuk dilupakan.

Dalam investigasi mendalam oleh Tim Khayalan Nasional (TKN), ditemukan bahwa sawo bukan hanya buah biasa. Ia punya kemampuan luar biasa, bikin perasaan orang meleleh, terutama jika dikasih oleh seseorang yang senyumnya lebih manis dari isi ATM kita.

“Ini serius. Waktu saya dikasih sawo, saya langsung deg-degan. Bukan karena alergi, tapi karena dia nanya, ‘Mau sawo nggak?’ Itu kayak kode dunia lain,” ujar Tina, korban cinta tak berdokumen.

Akademisi fiktif dari Universitas Cinta Bertepuk Sebelah menyatakan bahwa sawo bisa memicu hormon khayalan dan delusi romantis tingkat tinggi. “Satu gigitan sawo bisa mengaktifkan imajinasi bahwa kalian cocok, padahal realitanya dia cuma menghayal.”

Pemerintah pun mulai diminta turun tangan. “Kita harus awasi distribusi sawo ilegal yang diselipkan perasaan,” kata tokoh publik yang tidak ingin disebut namanya karena takut ditanya balik, “Emang kamu pernah dikasih sawo?”

Tak hanya di dunia nyata, efek sawo juga masuk ke dunia maya. Tagar #Disawoin dan #SawoDariDia sempat trending. Beberapa netizen mengaku sempat salah paham. “Aku pikir dia suka aku, ternyata dia cuma mau ngabisin stok sawo di rumah.”

Sebagai bentuk antisipasi, Badan Urusan Rasa dan Rindu (BURR) mengeluarkan imbauan: jangan langsung baper kalau dikasih buah, apalagi sawo. “Kalau dia ngasihnya sambil bilang ‘nih, buat kamu, semoga manisnya kayak hubungan kita nanti’, baru boleh panik.”

Sampai berita ini ditulis, buah sawo masih bebas beredar dan belum ditetapkan sebagai senjata PDKT massal. Namun, masyarakat diminta tetap waspada. Karena siapa tahu… bukan cuma pencernaanmu yang lancar setelah makan sawo, tapi juga perasaanmu yang jadi nggak karuan.

 

 

Komentar