Rabu, 17 Juni 2026 | 21:08
COMMUNITY

Forki Kota Depok Ukir Sejarah di Ajang Karate Internasional

Forki Kota Depok Ukir Sejarah di Ajang Karate Internasional
4th Shureido International Karate Cup 2025 diikuti ratusan karateka dari 14 negara (Dok FORKI)

ASKARA - Sorak-sorai penonton di GOR Ciracas, Jakarta Timur, akhir pekan lalu menjadi saksi bisu sejarah baru bagi dunia karate Indonesia, khususnya bagi Forki Kota Depok. Tak tanggung-tanggung, kontingen ini berhasil keluar sebagai juara umum dalam 4th Shureido International Karate Cup 2025, mengalahkan ratusan karateka dari 14 negara.

Prestasi itu tak hadir begitu saja. Lewat kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, Forki Kota Depok sukses membawa pulang 9 medali emas, 3 perak, dan 11 perunggu, sebuah torehan yang sekaligus menempatkan mereka di atas nama-nama besar lain, termasuk tim nasional Indonesia sendiri.

Ajang yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 Juli 2025 ini, mempertemukan 2.326 karateka dari berbagai penjuru dunia. Nama-nama negara besar seperti Jepang, Rusia, hingga Maroko turut hadir memanaskan persaingan. Namun, siapa sangka, Forki Kota Depok justru mencuri perhatian.

Bagi sebagian orang, mungkin Forki Kota Depok hanyalah kontingen daerah. Tapi di arena Shureido Cup, mereka tampil seperti raksasa. Dari kategori kumite, nama-nama seperti Ivan Ghifary Karo Karo, Edith, Syakib, Akhtar, hingga I Ketut tampil memukau. Di kategori kata, aksi apik Yehesikiel dan tim beregu Morin Cs, Shintiya Cs, dan Mikhael Cs tak kalah menyita perhatian.

Di tengah sorotan itu, kebanggaan orang tua tak bisa disembunyikan. Salah satunya datang dari Aslita, orang tua karateka peraih medali emas.
"Saya bangga sekali. Ini bukan event biasa, ada 14 negara dan 87 kontingen. Forki Kota Depok bahkan bisa ungguli Timnas. Luar biasa," ucapnya haru.

Di balik layar kejayaan itu, ada figur yang tak lelah menempa para atlet: Sempei Aldri Dwinata, manajer tim sekaligus pengasuh Dojo Chrysant Kota Depok. Dari dojo inilah muncul empat penyumbang medali: Ivan, I Ketut alias Aput, Kenzie, dan Layun.

"Alhamdulillah, capaian ini bukan hanya untuk Depok, tapi untuk Indonesia. Semoga jadi pemacu semangat menuju Popda dan Porprov Jawa Barat. Ini sekaligus jadi ajang uji coba mereka," ujar Aldri.

Prestasi Forki Kota Depok tak hanya soal medali, tapi juga soal harapan. Di tengah gempuran dunia olahraga yang makin kompetitif, kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, komitmen, dan cinta tanah air tetap menjadi fondasi utama.

Karate bukan sekadar tentang jurus atau pukulan. Di balik itu, ada karakter, disiplin, dan semangat juang. Dan Forki Kota Depok, telah menunjukkan semua itu di panggung internasional.

 

Komentar