Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:03
COMMUNITY

Sinergi ‘Aisyiyah dan Kemendes Bangun Desa Mandiri

Sinergi ‘Aisyiyah dan Kemendes Bangun Desa Mandiri
Penasehat Kemendes PDT, Zainudin Maliki (ist)

ASKARA - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong percepatan pembangunan desa sebagai fondasi kemandirian nasional.

Dalam kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) di Sleman, Sabtu (5/7), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) menegaskan pentingnya kolaborasi dengan organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) mengajak organisasi perempuan, khususnya ‘Aisyiyah, untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pembangunan desa.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan, ketahanan nasional, serta kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam sesi Capacity Building pada kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) yang diadakan di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Sleman, Sabtu (5/7),

Penasihat Kemendes PDT, Zainuddin Maliki, menekankan peran strategis ‘Aisyiyah sebagai mitra penting dalam pembangunan desa. Menurutnya, desa merupakan pilar utama kemandirian bangsa.

“Kalau desa diurus dengan benar, Indonesia akan menjadi negara subur, makmur, gemah ripah loh jinawi. Ketahanan nasional dimulai dari ketahanan pangan di desa,” tegas Zainuddin di hadapan ratusan kader ‘Aisyiyah.

Ia menautkan arah pembangunan desa dengan Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam misi swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan saat ini.

“Ada teori yang menyatakan ‘food is a weapon’, artinya bangsa yang kuat adalah bangsa yang mandiri secara pangan. Kemandirian pangan menjadi kunci pertahanan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainuddin menyambut baik gerakan Qaryah Thayyibah yang diinisiasi oleh Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah.

Gerakan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mewujudkan desa berkemajuan yang mengedepankan spiritualitas, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan berkelanjutan dari akar rumput.

“Alhamdulillah, PP ‘Aisyiyah sudah bertemu langsung dengan Pak Menteri dan memperkenalkan Qaryah Thayyibah. Ini adalah gerakan membangun dari desa untuk Indonesia,” tuturnya.

Menurut Zainuddin, keunggulan ‘Aisyiyah terletak pada jaringan yang menjangkau hingga tingkat ranting dan cabang, sehingga mampu menyentuh langsung masyarakat desa.

“Struktur organisasi yang luas ini bisa menjadi motor transformasi desa menjadi maju, mandiri, dan sejahtera,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi lintas pihak dengan pendekatan “superteam” bukan “superhero”.

“Dan ‘Aisyiyah adalah bagian penting dari superteam ini,” katanya disambut tepuk tangan meriah para kader.

Dalam kesempatan yang sama, Zainuddin juga menyoroti integritas Muhammadiyah ‘Aisyiyah dalam pengelolaan dana dan program.

Menurutnya, setiap amanah yang diberikan mampu dikelola secara efektif dan efisien, bahkan membawa multiplier effect yang besar.

“Kalau Muhammadiyah ‘Aisyiyah diberi dana Rp100 juta, bisa jadi Rp200 juta di lapangan. Ini menunjukkan nilai tambah luar biasa karena dikelola dengan amanah dan transparan,” ungkapnya, yang lagi-lagi mendapat sambutan antusias.

Sementara itu, Ibnu Mahmud Bilalludin selaku perwakilan Kemendes PDT menambahkan, kerja sama dengan ‘Aisyiyah telah diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditandatangani bersama PP ‘Aisyiyah.

“MoU ini menjadi pintu masuk yang besar bagi seluruh kader ‘Aisyiyah di daerah untuk berkolaborasi aktif dalam program-program desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan,” ujarnya.

Ia berharap kader-kader ‘Aisyiyah di seluruh pelosok Indonesia dapat mengambil peran penting sebagai motor penggerak desa.

Melalui sinergi ini, desa tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga ruang pemberdayaan sosial dan spiritual bagi masyarakat.

Dengan kerja sama erat antara Kemendes PDT dan ‘Aisyiyah, pemerintah optimistis cita-cita mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera dapat segera terwujud.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan memperkuat fondasi kedaulatan nasional dari akar desa hingga ke tingkat nasional.

Komentar