Minggu, 07 Juni 2026 | 17:38
NEWS

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter - (Ilustrasi dibuat AI)

ASKARA - Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (30/6/2025) pagi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.06 WITA dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, Syawaludin, melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat. "Telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada tanggal 30 Juni 2025 pukul 08.06 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (± 2.423 meter di atas permukaan laut)," kata Syawal dalam laporan tertulisnya yang dirilis pukul 08.21 WITA.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 1 menit 6 detik.

Tak berselang lama, sekitar pukul 08.34 WITA, Gunung Ili Lewotolok kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 900 meter dari puncak. Warna dan arah kolom abu tetap sama, yakni kelabu tebal condong ke arah barat. Erupsi kedua ini terekam dengan amplitudo 33,2 milimeter dan berdurasi 48 detik.

Gunung Ili Lewotolok saat ini berada pada status waspada (Level II). PPGA mengimbau masyarakat agar tidak memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, warga di Desa Lamatokan dan Jontona juga diminta mewaspadai potensi bahaya dari guguran atau longsoran lava di bagian timur puncak.

Syawaludin juga memperingatkan masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar menjauhi sektor selatan dan tenggara gunung sejauh 2,5 kilometer dari kawah aktif. Hal serupa juga berlaku bagi masyarakat Desa Amakaka untuk wilayah sektor barat.

"PPGA mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker atau pelindung diri untuk menghindari gangguan saluran pernapasan atau ISPA akibat abu vulkanik," ujar Syawal dari pos pengamatan di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.

Gunung Ili Lewotolok memiliki tinggi sekitar 1.423 meter dari permukaan laut dan terletak di antara Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Aktivitasnya terus dipantau oleh otoritas terkait guna mengantisipasi risiko lanjutan.

 

 

Komentar