Kamis, 23 Juli 2026 | 14:25
COMMUNITY

Waspada Saat Mendaki, Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan untuk Hindari Kecelakaan di Gunung

Waspada Saat Mendaki, Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan untuk Hindari Kecelakaan di Gunung
Pendaki tunadaksa Sabar Gorky dan Dar Edi Yoga di Elbrus, Rusia (Dok Askara)

ASKARA — Kegiatan mendaki gunung memang menawarkan keindahan alam dan pengalaman tak terlupakan. Namun, di balik pesonanya, aktivitas ini juga menyimpan berbagai risiko yang tidak bisa diabaikan. Sejumlah insiden kecelakaan, bahkan yang berujung maut, kerap terjadi di berbagai gunung di Indonesia. Karena itu, calon pendaki wajib memahami hal-hal penting demi keselamatan selama pendakian.

Salah satu faktor utama yang kerap memicu kecelakaan adalah kurangnya persiapan fisik dan mental. Pendaki harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima. Latihan fisik sebelum pendakian sangat disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama untuk jalur-jalur ekstrem.

"Gunung bukan tempat uji nyali tanpa persiapan. Kesehatan dan stamina adalah modal utama," ujar Dar Edi Yoga, pendiri pencinta alam Elpala, Jakarta, Jumat (27/6).

Menurut Yoga, pelengkapan peralatan pendakian seperti tenda, sleeping bag, jas hujan, senter, kompas, peta, hingga peralatan P3K adalah hal mutlak. Selain itu, ketersediaan logistik, terutama air dan makanan, harus diperhitungkan secara matang.

"Banyak kasus hipotermia atau kelelahan terjadi karena minimnya perlengkapan atau logistik yang dibawa pendaki," ujar pria yang pernah menjadi manager pendakian pendaki tunadaksa dunia, Sabar Gorky.

Mengenal karakteristik jalur pendakian sangat penting. Pendaki disarankan untuk mempelajari rute, titik-titik rawan, dan estimasi waktu tempuh. Jangan memaksakan diri jika cuaca buruk melanda. Kabut tebal, hujan deras, atau angin kencang bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

"Sudah banyak insiden jatuh ke jurang atau tersesat akibat nekat menerobos cuaca buruk," tambah Yoga.

Dijelaskan, setiap kawasan gunung umumnya memiliki aturan yang wajib dipatuhi, mulai dari registrasi, larangan membawa barang tertentu, hingga himbauan batas waktu pendakian. Mengabaikan peraturan ini dapat berakibat fatal, seperti sulitnya proses evakuasi saat terjadi insiden.

Belajar dari berbagai kecelakaan di gunung, penguatan sistem pencarian dan pertolongan menjadi hal mendesak. Beberapa komunitas pecinta alam telah mendorong pembentukan tim SRU di tiap gunung, yang beranggotakan pemandu lokal dan porter terlatih.

Terakhir, pendaki harus paham kemampuan diri dan selalu mengutamakan kebersamaan. Jangan egois memisahkan diri dari rombongan atau memaksakan naik meski kondisi tubuh tak memungkinkan.

Berikut ini catatan penting:

- Hindari mendaki saat musim hujan atau kondisi cuaca ekstrem.

- Pastikan membawa peralatan standar pendakian.

- Patuhi petunjuk dan larangan dari petugas gunung.

- Jaga komunikasi dengan anggota rombongan.

- Jangan abaikan faktor keselamatan demi ambisi mencapai puncak.

Dengan persiapan matang dan kewaspadaan tinggi, keindahan alam pegunungan bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan keselamatan.

 

 

Komentar