Terkuak! Pria Berinisial SJ Diduga Bunuh dan Mutilasi Wanita karena Utang Rp 20 Juta
ASKARA - Padang Pariaman, Polisi mengungkap kasus mutilasi menggegerkan yang potongan tubuh korbannya ditemukan terpisah di wilayah Padang Pariaman dan Kota Padang. Pelaku yang diamankan berinisial SJ (35), seorang sekuriti perusahaan swasta, diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi sadis terhadap wanita bernama Septia Adinda (25).
“Alhamdulillah, pelaku sudah kita amankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan intensif,” kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).
SJ ditangkap oleh tim kepolisian pada Kamis dini hari. Ia diduga telah membunuh korban pada Minggu, 15 Juni 2025 pukul 15.00 WIB, kemudian memutilasi jasad korban menjadi 10 bagian, dan menyebarkan potongan tubuh ke berbagai lokasi.
Penemuan Potongan Jasad
Kasus ini mencuat setelah warga menemukan potongan tubuh tanpa kepala dan kaki di aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Kepala korban kemudian ditemukan di kawasan TPI Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang—sekitar 6 kilometer dari lokasi temuan tubuh.
Beberapa jam sebelumnya, bagian tubuh lainnya ditemukan warga di lokasi berbeda sepanjang sungai yang sama. Temuan ini memicu kehebohan warga dan menjadi titik awal pengungkapan kasus.
Identitas korban diduga adalah Septia Adinda, warga setempat yang dilaporkan hilang sejak empat hari lalu. Keluarga dan teman-teman korban datang ke RS Bhayangkara Padang untuk mengidentifikasi potongan tubuh.
Salah satu teman korban, Putri Wulan, meyakini mayat tersebut adalah Septia. Ia mengenali cincin khas yang melekat di jari potongan tangan.
“Cincin itu hanya dia yang punya, dipesan dan didesain khusus. Saya yakin itu Adinda,” ujar Wulan dengan suara bergetar.
Motif Pembunuhan: Utang Rp 20 Juta
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku SJ mengaku membunuh korban karena persoalan utang-piutang. Septia diketahui mengajukan pinjaman Rp 20 juta untuk keperluan seorang temannya. Namun saat ditagih, korban tak mampu membayar sehingga terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembunuhan keji.
“Pelaku dan korban berteman. Motif sementara karena masalah utang yang tidak dibayar. Setelah dibunuh, jasad korban dimutilasi dan dibuang secara terpisah,” jelas Kapolres Faisol.
Masih Didalami: Dugaan Korban Lain
Penyidik masih terus menggali informasi dari SJ. Polisi menduga SJ mungkin pernah melakukan aksi serupa terhadap korban lain. Oleh sebab itu, pengembangan kasus masih berjalan.
“Kasus ini masih dikembangkan. Ada kemungkinan pelaku memiliki korban lainnya. Kami akan selidiki secara menyeluruh,” kata Kapolres.
Sementara itu, pihak keluarga menanti hasil resmi autopsi dari RS Bhayangkara Padang untuk memastikan identitas korban.

Komentar