Perang Israel-Iran Guncang Ekonomi Global
Harga Minyak Naik, Penerbangan Lumpuh, Rusia Untung
ASKARA - Ketegangan militer antara Israel dan Iran dipastikan berdampak luas ke perekonomian global. Konflik ini dipicu oleh serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran yang menewaskan ratusan orang. Iran merespons dengan meluncurkan 100 drone ke wilayah Israel.
Konflik dua negara di kawasan Timur Tengah ini tak hanya menimbulkan ketegangan geopolitik, tetapi juga memicu efek domino di berbagai sektor ekonomi dunia. Berikut lima dampak besar yang mulai terlihat:
Harga Minyak Melonjak, Logistik Global Terancam
Harga minyak mentah global melonjak signifikan, menimbulkan kekhawatiran terhadap rantai pasok dunia. Wilayah Timur Tengah merupakan penghasil minyak utama dunia sekaligus jalur utama perdagangan maritim global. Gangguan di wilayah ini memaksa kapal kargo memutar jalur, menambah waktu dan biaya pengiriman.
“Perjalanan kapal kini memakan waktu tambahan 1-2 minggu dengan biaya sekitar US$ 1 juta per perjalanan,” kata Sarah Schiffling dari Sekolah Ekonomi Hanken, dikutip dari News Sky, Sabtu (14/6/2025).
Panic Buying di Israel
Situasi memanas membuat warga Israel melakukan panic buying. Supermarket di Tel Aviv dipadati warga yang memborong kebutuhan pokok. Rak-rak terlihat kosong, dan antrean kasir mengular, sebagaimana dilaporkan koresponden Al-Jazeera yang dikutip dari Lorient Today.
Rusia Raup Keuntungan dari Lonjakan Minyak
Kenaikan harga minyak global menjadi angin segar bagi Rusia. Harga minyak Brent naik dari US$ 69,36 menjadi US$ 75 per barel, yang juga mendongkrak harga minyak Ural — komoditas andalan Rusia yang menyumbang 35-40% pendapatan negaranya.
Penerbangan Internasional Ditunda
Maskapai-maskapai besar seperti Delta Air Lines membatalkan penerbangan ke Israel dan menghindari wilayah udara Timur Tengah. Delta bahkan menangguhkan layanan ke Tel Aviv hingga September, hanya beberapa minggu setelah sempat dibuka kembali.
Ekonomi Israel vs Iran: Siapa Lebih Siap?
IMF memprediksi ekonomi Iran akan anjlok ke pertumbuhan hanya 0,3% tahun 2025 akibat krisis dan inflasi tinggi mencapai 32%. Sebaliknya, ekonomi Israel diperkirakan tumbuh 3,4% pada kuartal yang sama, ditopang ekspor teknologi dan cadangan devisa besar yang mencapai US$ 223,6 miliar — jauh melampaui Iran yang hanya US$ 33,8 miliar.
Perang antara Israel dan Iran tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan ketegangan geopolitik, namun juga mengguncang stabilitas ekonomi global. Dari lonjakan harga minyak hingga ketidakpastian perdagangan, dunia kini dihadapkan pada krisis baru yang berakar dari konflik dua negara di jantung Timur Tengah.

Komentar