Impian Keluarga Pupus di Langit Ahmedabad: Kecelakaan Air India Tewaskan 204 Orang
ASKARA – Ahmedabad, India Impian panjang keluarga Pratik Joshi untuk hidup bersama di London pupus dalam hitungan menit. Pesawat Air India 171 yang mereka tumpangi jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, Rabu pagi (waktu setempat). Tak ada yang selamat.
Pratik Joshi, seorang profesional IT yang telah enam tahun tinggal di London, baru saja menjemput keluarganya untuk memulai kehidupan baru. Istrinya, Dr. Komi Vyas, seorang dokter terkenal dari Udaipur, mengundurkan diri dari pekerjaannya dua hari sebelumnya. Mereka terbang bersama ketiga anaknya yang masih kecil.
Sebelum keberangkatan, mereka sempat mengirim swafoto keluarga kepada kerabat. Tapi hanya dalam hitungan detik setelah lepas landas, pesawat jatuh dan terbakar. Keluarga Joshi termasuk dalam 204 korban tewas dari total 242 penumpang dan kru.
Kronologi Kecelakaan
Dikutip dari BBC.com, pesawat Boeing 787-8 Dreamliner tujuan London ini kehilangan sinyal pada ketinggian 625 kaki, hanya beberapa detik setelah lepas landas. Pesawat menghantam akomodasi medis yang dihuni para dokter di dekat bandara Ahmedabad.
Penumpang terdiri dari:
169 warga negara India
53 warga negara Inggris
7 warga negara Portugal
1 warga negara Kanada
Sejumlah korban juga diduga berada di darat saat insiden terjadi.
Air India dan Tata Group Sampaikan Duka
CEO Air India, Campbell Wilson, menyatakan duka mendalam atas tragedi ini. “Hari yang sangat sulit bagi kami semua,” ujarnya melalui pernyataan video.
Sementara itu, Tata Group, pemilik Air India, mengumumkan pemberian kompensasi sebesar 1 crore rupee (sekitar Rp1,6 miliar) untuk keluarga korban tewas, serta bantuan medis dan rekonstruksi fasilitas terdampak.
Penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan. Namun menurut BBC Verify, diduga terdapat kerusakan pada penutup sayap (flap fairing) yang mungkin berperan dalam kegagalan penerbangan ini.
Investigasi kini melibatkan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dari Amerika Serikat dan Cabang Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) dari Inggris, bekerja sama dengan otoritas India.
Tragedi yang Mengingatkan Kita Semua
Kisah keluarga Joshi menjadi simbol dari duka besar ini. Mereka bukan hanya korban, tetapi wajah dari harapan yang hilang.
Tragedi ini menyadarkan bahwa di balik setiap nomor kursi dalam penerbangan, ada manusia dengan mimpi, cinta, dan masa depan. Dan setiap kecelakaan bukan hanya statistik, tapi luka yang dalam bagi dunia.

Komentar