Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:56
COMMUNITY

Wali Kota Jaktim Minta FK ULUM Bantu Atasi Tawuran dan Sosialisasi Program STBM

Wali Kota Jaktim Minta FK ULUM Bantu Atasi Tawuran dan Sosialisasi Program STBM
Wali Kota Jaktim foto bersama FK ULUM (Dok Askara)

ASKARA – Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menghadiri acara silaturahmi dan tasyakuran bersama pengurus Forum Komunikasi Ulama Umaro (FK ULUM) di kantor sekretariat FK ULUM, Cakung, Kamis (12/6). Dalam sambutannya, Munjirin menyoroti seriusnya persoalan tawuran di wilayahnya, khususnya di Kecamatan Cakung, serta mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam penanganannya.

“Masalah tawuran ini menjadi perhatian yang sangat serius dan harus kita tangani bersama. Saya meminta Forum Komunikasi Ulama Umaro, termasuk TNI, Kepolisian, Camat, Lurah, dan semua stakeholder bersinergi untuk mencegah aksi tawuran ini,” ujar Munjirin.

Munjirin juga mendorong FK ULUM untuk terlibat dalam sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada warga. Menurutnya, perubahan perilaku terkait sanitasi seperti menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti RT, RW, hingga tempat ibadah.

“Ini akan berdampak baik terhadap sanitasi dasar, pengelolaan air minum dan makanan yang aman, fasilitas cuci tangan, pengelolaan limbah dan sampah, serta kebiasaan buang air besar yang tepat,” jelas Munjirin.

Selain isu tawuran dan sanitasi, Munjirin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Cakung. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan Gerakan Masyarakat Punya Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Mohon dukungan para alim ulama, TNI/Polri, dan para tokoh masyarakat. Kita akan sosialisasikan secara masif gerakan masyarakat punya APAR di wilayah Cakung. Penanganan dini kebakaran ini sangat penting untuk mencegah korban jiwa, luka, maupun kerugian harta benda,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro menegaskan bahwa tingkat kriminalitas di wilayah Cakung tergolong tinggi, dengan rata-rata 15 kasus per hari. Menurutnya, tawuran masih menjadi kejadian paling menonjol.

“Mohon kerja sama dari para ulama dan pengurus FK ULUM agar dapat menyampaikan pesan ini kepada warga dan anak-anak kita,” ujarnya. “Mari kita bersama-sama menertibkan serta menjaga lingkungan kita agar wilayah Cakung aman, tertib, dan bebas dari aksi tawuran maupun begal.”

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Baznas Bazis, Camat Cakung, Kepala KUA Cakung, serta jajaran pengurus FK ULUM.

 

Komentar