Minggu, 07 Juni 2026 | 21:05
NEWS

Fenomena Langka Strawberry Moon Hiasi Langit Malam Ini

Fenomena Langka Strawberry Moon Hiasi Langit Malam Ini
Fenomena langka Strawberry Moon (Dok Pixabay)

ASKARA – Langit malam akan kembali memikat perhatian publik lewat kehadiran fenomena alam yang dikenal sebagai Strawberry Moon. Puncak kemunculan bulan purnama ini terjadi pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 14.44 WIB, namun dapat dinikmati secara visual sejak malam sebelumnya.

Meskipun namanya terdengar manis, Strawberry Moon bukan berarti bulan akan berubah warna menjadi merah muda atau menyerupai stroberi. Nama tersebut berasal dari penanggalan suku asli Amerika, seperti Algonquin, yang menandai bulan Juni sebagai musim panen buah stroberi.

Yang membuat Strawberry Moon tahun ini lebih istimewa adalah posisinya yang bertepatan dengan fenomena langka bernama Major Lunar Standstill, yaitu momen ketika bulan berada pada titik terendah dari orbitnya dalam siklus 18,6 tahun. Terakhir terjadi pada 2006 dan baru akan terulang lagi pada 2043.

“Karena posisinya sangat rendah di langit, bulan akan terlihat lebih besar dan bercahaya kuning keemasan saat terbit. Ini terjadi karena cahaya bulan melewati atmosfer bumi lebih tebal,” jelas pengamat astronomi, Fajar.

Untuk mengabadikan keindahan ini, masyarakat disarankan mencari tempat terbuka tanpa hambatan visual, seperti area pantai, perbukitan, atau lapangan luas. Waktu terbaik untuk menyaksikan Strawberry Moon adalah menjelang matahari terbenam, pada malam 10 Juni 2025.

Selain menarik secara visual, Strawberry Moon juga memiliki makna budaya dan spiritual. Dalam banyak tradisi, fenomena ini dianggap sebagai simbol kesuburan, pembaruan, dan pertumbuhan. Tak sedikit pula yang memanfaatkannya untuk melakukan meditasi, menulis jurnal syukur, atau sekadar refleksi diri.

Dari sisi astrologi, Strawberry Moon tahun ini berada dalam pengaruh zodiak Sagittarius. Diyakini membawa semangat eksplorasi, harapan baru, dan semangat petualangan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam selalu memiliki cara untuk menginspirasi manusia, mempertemukan sains, budaya, dan spiritualitas dalam satu pemandangan yang memesona.

 

Komentar