Penembakan di Gereja GKI Imanuel Air Garam: Ingat! Gereja Adalah Wilayah Suci!
ASKARA - Insiden penembakan yang terjadi di kompleks Gereja GKI Imanuel Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa pagi (4/6), adalah tragedi kemanusiaan yang tak hanya merenggut nyawa dua tukang bangunan, tetapi juga mencederai nilai-nilai perdamaian, kesucian, dan kemanusiaan itu sendiri.
Kekerasan di lingkungan rumah ibadah, dalam hal ini gereja, adalah tindakan biadab yang tak bisa dibenarkan dalam kerangka apapun, baik politik, ideologi, maupun sentimen etnis. Gereja bukan hanya tempat ibadah umat Kristen, tetapi juga simbol kasih, pengampunan, dan tempat suci yang menjadi ruang netral bagi semua manusia tanpa memandang latar belakangnya.
Para korban yang gugur bukan aparat, bukan pelaku konflik, melainkan warga sipil yang tengah bekerja membangun rumah Tuhan. Mereka datang membawa semangat pengabdian, bukan permusuhan. Maka, menodai pekerjaan suci itu dengan darah dan peluru adalah bentuk kekejian yang tak beradab.
Kami mengecam keras tindakan tidak manusiawi ini. Segala bentuk kekerasan, terlebih yang dilakukan di dalam atau sekitar tempat ibadah, adalah kejahatan serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama. Tidak ada perjuangan yang sah jika harus ditegakkan di atas penderitaan rakyat kecil yang tak bersalah.
Kami mendesak aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas insiden ini, mengungkap identitas pelaku, dan mengadili mereka sesuai hukum yang berlaku. Lebih dari itu, negara harus menjamin bahwa rumah-rumah ibadah di Papua—dan di seluruh Indonesia, tetap menjadi zona damai, bukan titik api konflik.
Gereja, dan seluruh tempat ibadah lainnya, harus dikembalikan ke fitrahnya: sebagai tempat suci, netral, dan damai. Menodainya dengan kekerasan sama saja dengan menodai kemanusiaan.
Doa dan solidaritas kami haturkan untuk para korban dan keluarganya. Kiranya damai Tuhan kembali melingkupi Tanah Papua.

Komentar