PHI Teken Dua PJBG dengan PLN, Dukung Ketahanan Energi Nasional
ASKARA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Grup PLN dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung kebijakan transisi energi Pertamina. Penandatanganan ini berlangsung dalam ajang The 49th Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5), yang difasilitasi oleh SKK Migas sebagai regulator.
Dua PJBG yang disepakati melibatkan:
PT Pertamina EP dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (Tanjung Batu, Kaltim), dengan total pasokan gas 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan kelistrikan periode 2022–2027.
PT Pertamina (Persero)/KKKS East Kalimantan dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Energi Primer Indonesia, dengan volume pasokan antara 10–36 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) untuk periode 2022–2026.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah RI untuk mewujudkan kemandirian energi.
“PHI terus meningkatkan kinerja dan investasi dalam pengeboran eksplorasi dan eksploitasi guna menambah cadangan dan mempertahankan produksi dari lapangan-lapangan migas yang sudah mature,” ujar Sunaryanto.
PHI juga fokus membangun rantai pasok energi yang kuat, efisien, serta mendorong inovasi dan teknologi dalam operasi bisnis. “Kami menerapkan praktik terbaik industri migas, baik nasional maupun global, khususnya di wilayah Kalimantan, baik untuk operasi onshore maupun offshore,” tambahnya.
Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan, PHI mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam aspek governance, PHI menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis standar ISO 37001:2016.
“Melalui sistem ini, kami mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellence, sejalan dengan visi menjadi perusahaan migas kelas dunia,” tegas Sunaryanto.
PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, yang mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan (Zona 8, 9, dan 10). Pada 2024, PHI mencatat produksi sebesar 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya berkomitmen menjalankan operasi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan energi nasional dan mewujudkan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Komentar