Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:09
COMMUNITY

Paus Leo XIV Resmi Memulai Tugas Kepausan Lewat Misa Sakral di Vatikan

Paus Leo XIV Resmi Memulai Tugas Kepausan Lewat Misa Sakral di Vatikan
Paus Leo XIV (Dok Vaticannewspt)

ASKARA - Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Santo Petrus pada Minggu pagi, 18 Mei 2025, saat Paus Leo XIV secara resmi memulai masa kepemimpinannya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia. Ribuan umat hadir menyaksikan momen bersejarah dalam Misa Pontifikal yang menandai dimulainya Pelayanan Petrus oleh Paus baru, penerus Rasul Petrus.

Dikutip dari laman Vatican News, Minggu (18/5), dalam upacara yang sarat simbol, dua lambang utama diserahkan kepada Paus Leo XIV: Pálio, lambang sang Gembala Baik, dan Cincin Nelayan, simbol otoritas apostolik Petrus. Pálio yang terbuat dari wol domba melambangkan kasih dan tanggung jawab sang pemimpin atas kawanan umat Allah. Sedangkan Cincin Nelayan, yang berfungsi sebagai cincin segel, mempertegas misi Paus sebagai peneguh iman umat dan penjaga ajaran Kristus.

Ritual dimulai di dalam Basilika Santo Petrus, di mana Paus Leo XIV berdoa di makam Rasul Petrus bersama para Patriark Gereja Timur. Kemudian, prosesi sakral membawa Pálio, Cincin Nelayan, dan Kitab Injil ke altar utama di luar basilika, disambut ribuan umat yang memadati lapangan.

Momen penting terjadi saat tiga kardinal dari berbagai benua - diakon, imam, dan uskup -mendekat dan menyerahkan secara bergiliran simbol kepausan. Pálio dikenakan, doa dipanjatkan, dan Cincin Nelayan disematkan sebagai tanda dimulainya tanggung jawab spiritual sebagai gembala sejati umat Katolik.

Sebelum homili, dua belas perwakilan umat dari seluruh dunia menyatakan ketaatan mereka kepada Paus Leo XIV. Dalam khotbahnya, Paus menegaskan panggilan untuk membangun dunia yang penuh harapan, damai, dan persaudaraan lintas bangsa dan iman.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga penegasan kembali misi Gereja Katolik untuk menjadi terang dunia—dalam kasih, pelayanan, dan solidaritas universal.

Dari Vatikan untuk dunia: satu hati, satu iman, satu harapan.

 

 

Komentar