Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:49
COMMUNITY

Lagu Resmi World Youth Day (WYD) Seoul 2027 Bertema Pengharapan

Lagu Resmi World Youth Day (WYD) Seoul 2027 Bertema Pengharapan
Ilustrasi World Youth Day (WYD) Seoul 2027 bertema Pengharapan (Dok Askara)

ASKARA – Panitia World Youth Day (WYD) Seoul 2027 resmi meluncurkan lagu tema (official hymn) bertajuk Confidite, Ego Vici Mundum atau "Take Courage! I Have Overcome the World", tepat satu tahun menjelang perhelatan akbar kaum muda Katolik sedunia yang akan berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 3–8 Agustus 2027.

Lagu tersebut mengangkat tema resmi WYD 2027 yang diambil dari Injil Yohanes 16:33, yakni "Kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia." Melalui himne ini, panitia ingin menghadirkan semangat pengharapan, keberanian, dan persatuan bagi jutaan kaum muda Katolik yang akan berkumpul dari berbagai negara.

Sebagai ajang internasional, lagu tema WYD 2027 dinyanyikan dalam beberapa bahasa, di antaranya Korea, Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, dan Italia. Lirik pembukanya mengajak kaum muda untuk bangkit mengikuti panggilan Kristus melalui kalimat, "Come follow me, sleeping heart, wake up and walk" atau "Mari ikut Aku, hati yang tertidur, bangunlah dan berjalan."

Panitia juga merilis dua versi lagu, yakni aransemen klasik yang dibawakan dengan iringan orkestra dan paduan suara, serta versi pop yang lebih modern agar lebih dekat dengan generasi muda di seluruh dunia.

Himne tersebut lahir melalui kompetisi terbuka yang mendapat sambutan luar biasa. Sebanyak 434 karya diterima panitia, termasuk 294 komposisi dari luar Korea Selatan. Setelah melalui proses seleksi, lagu karya musisi Korea Francis Jiyoon Kim terpilih sebagai lagu resmi dan kemudian memperoleh persetujuan dari Dicastery for Laity, Family and Life di Vatikan.

Nuansa budaya Korea terasa kuat dalam komposisi tersebut. Selain menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa utama, lagu ini memadukan instrumen musik tradisional Korea dengan aransemen modern. Video musik resminya juga menampilkan berbagai panorama dan ikon Kota Seoul yang akan menjadi tuan rumah WYD 2027.

Sebelum acara utama berlangsung, panitia akan menggelar Days in the Dioceses pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2027. Sebanyak 15 keuskupan di Korea Selatan akan menerima para peziarah internasional untuk tinggal bersama keluarga dan komunitas paroki, sehingga mereka dapat merasakan secara langsung kehidupan Gereja lokal sebelum berkumpul di Seoul.

WYD Seoul 2027 menjadi momentum bersejarah bagi Gereja Katolik di Asia. Setelah Manila menjadi tuan rumah pada 1995, Seoul akan menjadi kota kedua di Asia yang menyelenggarakan World Youth Day. Ini juga menjadi pertama kalinya WYD digelar di negara dengan umat Katolik sebagai kelompok minoritas. Di Korea Selatan, umat Katolik diperkirakan berjumlah sekitar 12 persen dari total populasi.

Panitia menyatakan pendaftaran peziarah akan dibuka mulai Oktober 2026 dengan berbagai pilihan paket sesuai durasi keikutsertaan dan rangkaian kegiatan yang dipilih peserta. Sebuah aplikasi digital dan sistem logistik terpadu juga tengah disiapkan untuk mempermudah pelayanan kepada para peziarah dari seluruh dunia.

Persiapan penyelenggaraan terus dipercepat. Sekitar 230 paroki di Keuskupan Agung Seoul kini merekrut dan melatih keluarga-keluarga yang akan menjadi tuan rumah bagi para peziarah. Selain itu, sekitar 30.000 relawan diproyeksikan akan terlibat dalam penyelenggaraan WYD 2027, dengan ratusan di antaranya telah mulai bekerja sejak sekarang.

Uskup Agung Seoul sekaligus Ketua Komite Penyelenggara Lokal WYD 2027, Uskup Agung Peter Chung Soon-taick, menegaskan bahwa seluruh panitia berkomitmen menjadikan pertemuan kaum muda Katolik sedunia itu sebagai perayaan iman yang penuh harapan.

"Kami akan melakukan segala upaya agar WYD Seoul 2027 menjadi perayaan penuh harapan sekaligus menjadi kesaksian tentang keramahan, solidaritas, dan semangat persaudaraan Korea kepada dunia," ujarnya.

Dengan peluncuran lagu resmi tersebut, hitung mundur menuju World Youth Day Seoul 2027 pun resmi dimulai. Himne Confidite, Ego Vici Mundum diharapkan menjadi lagu yang menyatukan jutaan kaum muda Katolik lintas bangsa, budaya, dan bahasa dalam semangat persaudaraan, iman, serta pengharapan akan Kristus yang telah mengalahkan dunia.

 

Komentar