IWAPI Papua Selatan Dikukuhkan, Perempuan Pengusaha Didorong Bangun Ekonomi hingga Kampung
ASKARA - Perempuan bukan sekadar penggerak ekonomi keluarga. Di balik usaha kecil, produk lokal, dan geliat UMKM, ada daya juang perempuan yang turut menopang perekonomian daerah. Potensi inilah yang ingin diperkuat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) melalui konsolidasi organisasi dan pengembangan jejaring usaha di Papua Selatan.
Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I IWAPI Provinsi Papua Selatan, yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD serta pelantikan pengurus DPC IWAPI kabupaten se-Papua Selatan. Kegiatan berlangsung khidmat di Hotel MBS, Merauke, Sabtu (19/9/2026).
Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun sinergi antara IWAPI dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan yang kreatif, inovatif, dan inklusif, terutama di tengah transformasi digital.
Menurut Nita, organisasi pengusaha perempuan harus mampu mengambil peran nyata dalam memperluas kesempatan usaha, memperkuat kapasitas pelaku UMKM, serta membuka akses kolaborasi agar perempuan semakin berdaya secara ekonomi.
Dalam agenda tersebut, Ketua DPD IWAPI Papua Selatan, Fannie Tresia Hetaria, bersama 41 pengurus dikukuhkan oleh Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pengembangan dan Otsus, Soleman Djambormias. Pengukuhan disaksikan Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi, Ketua DPD IWAPI Papua Barat Daya Ramlah, Ketua DPD IWAPI Papua Alin, serta Ketua Kadin Papua Selatan Yohan Mahuze.
Soleman Djambormias dalam sambutannya mendorong jajaran IWAPI untuk terus menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program organisasi. Ia berharap keberadaan IWAPI tidak hanya terasa di tingkat provinsi, tetapi juga memberikan dampak nyata hingga ke kampung-kampung melalui penguatan sektor UMKM.
Harapan tersebut sejalan dengan pembentukan kepengurusan IWAPI di empat kabupaten di Papua Selatan. Usai dikukuhkan, Fannie melantik para ketua DPC IWAPI Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel sebagai bagian dari upaya memperkuat roda organisasi sekaligus memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan pengusaha.
DPC IWAPI Merauke dipimpin Maria S. Wellyken dengan 17 anggota. DPC IWAPI Mappi diketuai Rosmawati dengan tujuh pengurus, DPC IWAPI Asmat dipimpin Paskalina Hahare, sedangkan DPC IWAPI Boven Digoel diketuai Halimah dengan 10 pengurus.
Kepada Askara, Fannie mengatakan IWAPI hadir sebagai wadah yang merangkul perempuan dengan potensi dan semangat kewirausahaan dari berbagai tingkatan, mulai dari pelaku UMKM hingga pengusaha yang telah sukses membangun bisnisnya.
“Melalui IWAPI, kami ingin merangkul semua perempuan yang memiliki jiwa wirausaha, mulai dari level UMKM hingga pengusaha sukses. Kami membangun kolaborasi dan sinergi bersama seluruh stakeholder agar potensi perempuan dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fannie.
Ia berharap konsolidasi organisasi di Papua Selatan menjadi pijakan untuk memperluas kesempatan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha, membangun jejaring, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Secara nasional, IWAPI telah berkembang di 37 provinsi dengan sekitar 40 ribu anggota pengusaha. Sekitar 98 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM, sedangkan dua persen lainnya pengusaha di skala yang lebih besar. Komposisi tersebut mencerminkan besarnya peran UMKM dalam gerakan pemberdayaan perempuan yang dijalankan IWAPI.
Dalam kesempatan itu, Nita Yudi juga menyerahkan cendera mata kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang diterima Soleman Djambormias.
Nita turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Ellen Kamkopimu beserta seluruh anggota panitia yang telah menyukseskan Rakerda I, pengukuhan DPD, dan pelantikan pengurus DPC IWAPI Papua Selatan.
Sementara itu, Ellen dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana melalui swadaya dan kontribusi seluruh peserta, baik dari DPD maupun DPC IWAPI.
Rakerda I ini menjadi momentum awal bagi IWAPI Papua Selatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun kolaborasi lintas sektor. Lebih dari sekadar pengukuhan dan pelantikan, agenda ini membawa harapan agar semakin banyak perempuan Papua Selatan memiliki ruang untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya melalui usaha.
Sebab, ketika perempuan pengusaha diberi ruang untuk berkembang, yang tumbuh bukan hanya usahanya, melainkan juga peluang ekonomi bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Komentar