Senin, 03 Agustus 2026 | 05:22
COMMUNITY

Roh Kudus Mempersatukan

Kardinal Suharyo Ungkap Peristiwa Rahasia di Konklaf Paus Leo XIV

Kardinal Suharyo Ungkap Peristiwa Rahasia di Konklaf Paus Leo XIV
Ilustrasi Roh Kudus hadir di konklaf (Dok Askara)

ASKARA – Dalam sebuah percakapan penuh makna rohani dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Trias Kuncahyono, beberapa waktu lalu, Kardinal Ignatius Suharyo mengungkapkan betapa kuatnya kehadiran dan karya Roh Kudus yang dialami secara nyata dalam proses konklaf yang baru saja berakhir dan menetapkan Paus Leo XIV sebagai penerus Takhta Santo Petrus.

“Roh Kudus sungguh hadir dan bekerja dalam konklaf. Kami semua merasakannya, dan itu sulit dibayangkan dengan nalar manusia. Ada sukacita, ada persatuan yang begitu mendalam di antara para kardinal,” tutur Kardinal Suharyo dengan nada haru.

Ia menjelaskan bahwa sebelum konklaf dimulai, dalam masa pra-konklaf, banyak ide, pandangan, bahkan intervensi yang mencerminkan keragaman dalam Gereja universal. Namun saat para kardinal memasuki Kapel Sistina dan mulai memilih dalam doa dan keheningan, semuanya berubah.

“Kami seolah-olah dibimbing langsung oleh Roh Kudus. Semua perhitungan manusiawi seakan meleleh dalam terang rahmat-Nya. Jika ini hanya soal kekuasaan, kami bisa saja terpecah, bertahan pada calon masing-masing. Tapi nyatanya tidak demikian. Hanya dalam tiga kali putaran, suara kami mengerucut pada satu nama.”

Kardinal Suharyo menegaskan bahwa pengalaman rohani ini membuat doa dalam Misa Ekaristi, “Semoga Roh Kudus mempersatukan kami”, menjadi sungguh hidup dan terasa nyata. “Itulah yang kami alami: kesatuan dalam Roh, bukan karena kepentingan, tapi karena iman.”

Ia juga mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk mensyukuri karya Roh Kudus yang terus membimbing Gereja. “Gereja bukan milik manusia. Ini Gereja Kristus. Dan dalam saat-saat paling menentukan, Roh Kudus-lah yang memimpin kita.”

Kesaksian ini menjadi peneguhan bagi umat Katolik, bahwa di tengah tantangan zaman, Gereja tetap dipimpin oleh rahmat Allah. Pemilihan Paus Leo XIV bukan sekadar hasil suara, tapi buah dari penyerahan diri kepada kehendak Allah yang menyatukan dan menuntun umat-Nya melalui Roh Kudus yang hidup dan bekerja dalam Gereja.

Semoga kesatuan yang lahir dari konklaf ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat Katolik untuk terus setia, bersatu, dan membuka hati bagi karya Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. “Veni Sancte Spiritus, Datanglah ya Roh Kudus, satukan kami dalam cinta Kristus.” 

 

 

Komentar