Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47
LIFESTYLE

Flower Moon 12 Mei 2025

Bulan Purnama Pembawa Harapan dan Pembersih Energi Lama

Bulan Purnama Pembawa Harapan dan Pembersih Energi Lama
Meditasi di bawah Bulan Purnama (Dok Askara)

ASKARA - Langit malam Senin, 12 Mei 2025, disinari keindahan Bulan Purnama Mei yang dikenal dengan nama Flower Moon atau Bulan Bunga. Fenomena ini bukan hanya sekadar pertunjukan alam, tetapi juga membawa pesan spiritual yang mendalam bagi mereka yang peka akan getaran semesta.

Secara astronomi, bulan purnama ini mencapai fase penuh pada pukul 10:20 WIB. Dinamai Flower Moon oleh suku-suku asli Amerika karena bertepatan dengan masa mekarnya bunga-bunga liar, purnama bulan Mei menjadi simbol pertumbuhan, kesuburan, dan pembaruan jiwa.

Kanjeng Yoga Hartantoro, praktisi spiritual dan pemimpin meditasi lintas keyakinan, mengungkapkan, Flower Moon 2025 adalah saat yang tepat untuk pembersihan energi lama dan pembukaan niat baru.

"Dalam vibrasi kosmis, Flower Moon adalah gerbang penyembuhan. Ia membawa cahaya untuk memaafkan, merelakan, dan memulai kembali. Energi bulan ini cocok untuk menata ulang niat hidup dan menyambut keberkahan baru," ujar Kanjeng Yoga.

Ia juga menjelaskan, energi Flower Moon tahun ini memiliki aura lembut namun kuat, mengajak manusia menengok ke dalam diri, bukan hanya ke luar.

"Kalau kita mau jujur, banyak luka dalam diri yang kita biarkan mengendap. Flower Moon membantu menerangi luka itu, agar bisa diterima, diobati, lalu dilepaskan," tambahnya.

Kanjeng Yoga menyarankan beberapa praktik spiritual sederhana yang bisa dilakukan saat Flower Moon:

1. Menulis surat untuk diri sendiri, berisi harapan dan rasa syukur.

2. Menyalakan lilin putih, sebagai simbol pencerahan dan pembersihan.

3. Membasuh wajah dengan “air bulan”, yaitu air yang disimpan semalaman di bawah sinar bulan untuk menyerap energi positif.

"Lakukan dengan kesadaran penuh, bukan karena mistik, tapi karena kita ingin berkomunikasi dengan semesta dan diri sendiri," pesan Kanjeng Yoga.

Bagi banyak orang, Flower Moon menjadi pengingat bahwa setelah masa gelap dan penuh tekanan, selalu ada waktu bagi hati dan hidup untuk kembali tumbuh.

"Bunga mekar bukan karena dipaksa, tapi karena waktunya tiba. Begitu juga jiwa manusia," pungkas Kanjeng Yoga dengan senyum tenang.

 

 

Komentar