Cetak Sejarah! Paus Leo XIV, Paus Pertama Asal Amerika
ASKARA – Asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis waktu setempat, menandai terpilihnya Paus baru dalam konklaf Gereja Katolik. Setelah melalui pemungutan suara yang ketat, Robert Francis Prevost, O.S.A., resmi terpilih sebagai Paus baru dengan nama Paus Leo XIV, menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal dunia.
Prevost memperoleh sedikitnya 89 suara dari total 133 kardinal yang berpartisipasi dalam konklaf tertutup tersebut. Jumlah itu melebihi ambang batas dua pertiga suara yang diperlukan untuk sahnya pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Keputusan ini disambut meriah oleh umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus.
Kerumunan di Vatikan bersorak sorai saat asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistina, sebuah tradisi yang menjadi simbol bahwa pemilihan Paus telah selesai dengan hasil. Momen tersebut menjadi sejarah baru dalam perjalanan Gereja Katolik Roma yang kini berada di bawah kepemimpinan Paus asal Amerika Serikat.
Robert Francis Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Amerika Serikat. Ia merupakan anggota Ordo Santo Agustinus (O.S.A.) dan dikenal luas dalam pelayanan pastoral dan administrasi gereja. Sebelum terpilih sebagai Paus, ia menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup sejak 12 April 2023, setelah diangkat pada 30 Januari 2023.
Sebelumnya, Prevost juga dikenal karena kiprahnya sebagai Uskup Chiclayo di Peru, posisi yang diembannya sejak tahun 2015 hingga 2023. Pengalamannya yang luas di tingkat lokal dan Vatikan menjadikannya figur yang disegani dalam hierarki Gereja.
Dengan terpilihnya Robert Francis Prevost sebagai Paus, Gereja Katolik memasuki era baru kepemimpinan. Jutaan umat Katolik di seluruh dunia kini menantikan arah kebijakan dan pesan perdana yang akan disampaikan oleh Paus baru dalam waktu dekat.

Komentar