Rabu, 22 Juli 2026 | 05:25
NEWS

Kardinal Suharyo Menarik Perhatian di Vatikan, Harapan Baru dari Timur?

Kardinal Suharyo Menarik Perhatian di Vatikan, Harapan Baru dari Timur?
Kardinal Ignatius Suharyo (Dok BBC)

ASKARA - Sebuah momen penuh makna terjadi pagi ini di Basilika Santo Petrus, saat Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, tampil menyampaikan janji dan ikrar usai Misa Pro Eligendo Pontifice, Misa khusus yang menandai dimulainya Konklaf untuk memilih Paus baru. Di hadapan ratusan uskup dan ribuan peziarah, Kardinal Suharyo melafalkan ikrar dengan suara tenang dan mantap. Bagi banyak umat, suara yang terdengar dari mulut Kardinal Suharyo terasa lebih bermakna dari sekadar peran liturgis.

Gereja Katolik kini memasuki fase penting dan sakral. Sebanyak 133 kardinal berusia di bawah 80 tahun telah memasuki Kapel Sistina sore tadi untuk mengikuti Konklaf guna memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu. Misa pagi tadi yang dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re secara resmi membuka rangkaian pemilihan Paus. Namun perhatian publik tak hanya tertuju pada ritus resmi—figur Kardinal Suharyo menarik sorotan tersendiri sejak beberapa hari terakhir.

Ia tampak dikerumuni jurnalis internasional di Lapangan Santo Petrus, dan menjadi tempat banyak peziarah dari berbagai bangsa memohon berkat. Dalam sebuah momen yang tak lazim, Kardinal Suharyo bahkan diminta menandatangani 12 bola bisbol oleh sekelompok peziarah asal Amerika Serikat. Sebagian umat memaknainya sebagai simbol 12 rasul, gestur simbolik yang memunculkan pertanyaan: kebetulan, ataukah pesan rohani? “Dalam Gereja, kita percaya Roh Kudus berkarya secara misterius dan penuh kejutan,” kata Romo Markus Solo Kewuta, SVD, imam asal Indonesia yang bertugas di Vatikan. “Kardinal Suharyo dikenal rendah hati dan tenang, tapi justru itu yang membuat banyak umat merasa teduh dan tergerak.”

Meski belum ada spekulasi resmi, kehadiran kuat Kardinal asal Indonesia ini menumbuhkan kebanggaan dan harapan di hati umat Katolik Asia. Konklaf akan terus berlangsung secara tertutup hingga tercapai dua pertiga suara. Dunia kini menanti tanda asap putih dan pekikan Habemus Papam!, sementara itu, doa-doa dari seluruh penjuru dunia, termasuk Tanah Air, terus mengalir untuk kelahiran gembala baru Gereja Katolik sejagat.

 

Komentar