Senin, 15 Juni 2026 | 23:16
NEWS

Suasana Sakral di Vatikan, Konklav Pemilihan Paus Baru Resmi Dimulai

Suasana Sakral di Vatikan, Konklav Pemilihan Paus Baru Resmi Dimulai
Suasana sakral di Vatikan, konklav pemilihan paus baru resmi dimulai (Dok Vaticannewspt)

ASKARA — Gereja Katolik Roma memasuki momen sakral dan historis: proses Konklav resmi dimulai hari ini untuk memilih Paus baru, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025. Sebanyak 133 Kardinal di bawah usia 80 tahun akan menjalani serangkaian ritus dan proses pemilihan yang dijaga ketat dan bersifat sangat rahasia.

"Pagi tadi pukul 10.00 waktu Vatikan, Misa khusus bertajuk Pro Eligendo Pontifice dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re (91), yang menjabat sebagai pemimpin Kolegiun Kardinal. Misa agung ini dihadiri oleh seluruh Kardinal, baik yang memiliki hak pilih maupun yang tidak, sebagai pembuka dari rangkaian Konklav," kata Romo Markus Solo Kewuta, SVD, langsung dari Vatikan, Rabu (7/5).

Usai misa, para Kardinal kembali ke Domus Santa Marta, rumah tinggal Paus Fransiskus semasa hidupnya, yang kini telah dikosongkan dan disterilkan demi menjaga privasi dan kekhusyukan para peserta Konklav. Mulai sore ini, semua akses komunikasi elektronik dimatikan dan pengamanan diperketat. Tidak seorang pun selain Kardinal yang diizinkan mendekat.

Pada pukul 15.45, seluruh Kardinal memasuki Kapel Paolina dan memulai prosesi agung menuju Kapel Sistina. Di tempat inilah, dengan iringan lagu Veni Creator Spiritus, mereka akan mengangkat sumpah, menandai dimulainya Konklav. Sumpah ini melarang mereka membocorkan informasi atau melanggar aturan, dengan sanksi ekskomunikasi bagi yang melanggarnya.

Pemilihan hari pertama hanya dilakukan dalam satu putaran. Para Kardinal menuliskan pilihan mereka dalam secarik kertas bertuliskan Eligo in Summum Pontificem Meum dan memasukkannya ke piala pemungutan suara dengan penuh kekhusyukan dan doa. Jika belum ada hasil, kertas suara akan dibakar dengan bahan kimia yang menghasilkan asap hitam, pertanda Paus belum terpilih.

Namun jika telah ditemukan suara mayoritas dua pertiga, maka diumumkan kepada Kardinal terpilih, yang kemudian ditanya apakah ia bersedia menerima jabatan tersebut dan nama apa yang akan ia gunakan sebagai Paus.

Asap putih dari Kapel Sistina dan lonceng Basilika Santo Petrus akan menjadi pertanda bagi dunia: Habemus Papam! Kita memiliki Paus baru. Paus kemudian akan muncul dari balkon Basilika Santo Petrus, menyampaikan salam pertamanya, dan beberapa hari ke depan akan menjalani Misa instalasi secara terbuka.

Konklav ini tidak hanya menjadi momen penting bagi umat Katolik, tetapi juga simbol pergantian tongkat estafet kepemimpinan rohani umat Katolik sedunia.

 

 

 

 

Komentar