Sebelum ke Roma, Kardinal Suharyo Hadiri Asa Belarasa di Jakarta
ASKARA - Di tengah hiruk-pikuk Museum Nasional Jakarta, Sabtu (3/5), Kardinal Ignatius Suharyo melangkah tenang menghadiri Asa Gerakan Belarasa yang digelar Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ). Tak banyak yang tahu, dari tempat itu pula ia bersiap menjalani misi penting, bertolak ke Vatikan untuk mengikuti konklaf pemilihan Paus baru.
Paus Fransiskus telah berpulang. Kini, para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul dalam sidang tertutup yang disebut konklaf, untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik sedunia. Konklaf itu dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2025.

“Saya tidak membuat persiapan apa-apa. Yang membuat persiapan adalah para kardinal yang sudah ada di Roma sana,” ujar Kardinal Suharyo dengan senyum tenang.
“Nanti datang saja dengan hati terbuka dan pikiran terbuka mengikuti proses,” imbuhnya.
Bagi Suharyo, konklaf bukan sekadar memilih sosok manusia. Lebih dari itu, ia percaya bahwa proses ini berada dalam bimbingan ilahi.

“Saya yakin karena bukan hanya kami-kami kardinal ini yang akan memilih. Tetapi dengan bimbingan Tuhan yang selalu berjanji untuk menyertai gereja, penyertaan itulah yang kita andalkan,” ucapnya.
Tentang siapa yang akan terpilih nanti, Suharyo enggan berspekulasi. “Memang ada macam-macam suara, macam-macam tuntutan. Tetapi nanti yang akan terjadi di dalam ruang konklaf itu tidak tahu kita,” katanya.

Langkah Suharyo menuju Roma adalah perjalanan iman, bukan hanya diplomasi gerejawi. Ia mewakili bukan hanya umat Katolik Indonesia, tetapi juga semangat Asia dalam dinamika global Gereja Katolik. Dalam diam, doa-doa mengalir menyertai perjalanan sang kardinal.
Partisipasi Kardinal Suharyo dalam konklaf 2025 menegaskan posisi penting Gereja Katolik Indonesia dalam percaturan global. Umat Katolik di Tanah Air pun turut mendoakan agar proses pemilihan Paus berjalan dengan lancar dan membawa harapan baru bagi Gereja dunia.

Komentar