Rabu, 22 Juli 2026 | 05:29
NEWS

Saut Situmorang Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi

Saut Situmorang Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
Saut Situmorang

ASKARA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Saut Situmorang, memberikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Pernyataan ini disampaikan tak lama setelah pidato Presiden dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025, yang menegaskan pentingnya pemerintahan bersih dan akuntabel sebagai fondasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Saut, sikap tegas Presiden Prabowo dalam memberantas praktik korupsi menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menyebut, konsistensi dalam ucapan dan tindakan adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

"Ketika seorang kepala negara berbicara soal integritas dan pemberantasan korupsi di tengah keramaian buruh, itu sinyal kuat bahwa isu ini masih jadi prioritas," ujar Saut saat diwawancarai dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Saut juga menyoroti pentingnya langkah konkret dari pernyataan tersebut. Ia berharap Presiden Prabowo menguatkan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dengan sumber daya dan perlindungan yang memadai, agar tidak mudah ditekan oleh kepentingan politik maupun ekonomi.

“Yang paling penting dari sebuah pernyataan adalah konsistensi tindak lanjutnya. Kalau Presiden Prabowo memang serius, maka pemberantasan korupsi harus menjadi sistem, bukan sekadar wacana sesaat,” tegasnya.

Saut juga mengingatkan bahwa keberhasilan memberantas korupsi sangat berkaitan erat dengan keberanian pemimpin dalam menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu, termasuk di kalangan elite sendiri. Ia mengajak publik dan elemen masyarakat sipil untuk terus mengawal janji-janji pemerintah dalam sektor penegakan hukum.

Harapan ke Depan:
Mantan pimpinan KPK itu menutup pernyataannya dengan harapan agar agenda reformasi hukum dan pemerintahan bersih benar-benar menjadi bagian dari warisan pemerintahan Prabowo. “Jika komitmen ini diikuti dengan aksi nyata, kita bisa optimis Indonesia lebih bermartabat ke depan,” katanya. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar