Kamis, 04 Juni 2026 | 08:48
NEWS

Senyum di Balik Seragam: Sosok Hangat Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata

Senyum di Balik Seragam:  Sosok Hangat Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata
Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo dan Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata (Dok Dispenarmada)

ASKARA - Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memang punya gaya kepemimpinan yang beda. Meski menyandang pangkat tinggi sebagai Panglima Komando Armada RI, ia tampil sebagai sosok yang ramah, murah senyum, dan gampang didekati. Sikapnya yang bersahaja bikin siapa pun merasa nyaman, termasuk saat berinteraksi dengan masyarakat maupun wartawan. Nggak heran kalau kehadirannya selalu membawa suasana akrab dan penuh rasa hormat.

Pertemuan dengan pengurus PWI Jaya berlangsung Rabu (30/4) di ruang kerja Panglima Koarmada RI, Jalan Gunung Sahari, Jakarta. Suasananya terasa cair dan penuh kehangatan. Dalam kesempatan itu, Laksamana Denih menyampaikan pandangannya soal hubungan militer dan media. “Kami ingin agar informasi tentang TNI AL bisa sampai ke masyarakat dengan baik dan berimbang. Untuk itu, kami sangat terbuka terhadap insan pers,” ujarnya.

Bagi Laksamana Denih, jurnalis bukan sekadar peliput, tapi bagian penting dari ekosistem pertahanan informasi. Ia sadar bahwa narasi yang dibangun media punya kekuatan besar dalam membentuk opini publik. “Kita hidup di era digital, di mana persepsi bisa memengaruhi stabilitas. Karena itu, media memegang peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara,” katanya.

Meski tampil santai, ketegasan tetap melekat dalam kepemimpinannya. Pendekatan humanis justru jadi kekuatan Laksamana Denih dalam membangun budaya kerja yang sehat dan harmonis. “Pemimpin itu harus bisa mendengar, bukan cuma memerintah. Kalau hubungan di dalam sudah solid, kerja sama dengan luar pun akan lebih mudah,” ucapnya sambil tersenyum.

Dalam suasana akrab itu, tak lupa Laksamana Denih juga mengajak PWI Jaya untuk terus menjalin sinergi. Ia berharap kerja sama ini bisa berkembang, tidak hanya dalam konteks peliputan, tapi juga edukasi publik. “Kami siap kolaborasi, bukan hanya sebatas seremonial. Mari kita bangun pemahaman yang utuh tentang tugas dan pengabdian TNI AL,” ujarnya.

Dari pihak PWI Jaya, hadir Ketua Kesit Handoyo, Sekretaris Arman Suparman, Bendahara Dar Edi Yoga, Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga TB Adhi, Wakil Ketua Advokasi Penerus Bonar, dan Ketua Seksi Wartawan Polri Ferry Edyanto. Mereka menyambut baik ajakan tersebut. “Kami melihat ini sebagai langkah positif. Media dan militer memang harus saling menguatkan dalam bingkai kepentingan nasional,” kata Kesit Handoyo mewakili rekan-rekannya.

 

 

Komentar