Minggu, 07 Juni 2026 | 13:41
COMMUNITY

Program Makan Bergizi Gratis Mandek di Sejumlah Sekolah Jogja, Disdikpora DIY Beri Penjelasan

Program Makan Bergizi Gratis Mandek di Sejumlah Sekolah Jogja, Disdikpora DIY Beri Penjelasan
Program Makan Bergizi Gratis

ASKARA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik, dikabarkan berhenti berjalan di sejumlah sekolah di wilayah Kota Yogyakarta. Informasi ini dibenarkan oleh pihak sekolah dan dikonfirmasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Sejumlah sekolah yang sebelumnya menjadi bagian dari penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghentikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Kotagede, Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, membenarkan adanya penghentian program di sekolah-sekolah tertentu. Menurutnya, penghentian ini hanya terjadi di sekolah-sekolah yang berada dalam naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kotagede.

"SMK Kasihan Bantul masih (berjalan), SMK 4 Jogja juga masih. Kami kan kewenangannya SMA dan SMK. Kayaknya ya cuma Kotagede itu (yang mandek)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).

Meski tidak menjelaskan secara rinci penyebab penghentian program, Suhirman menegaskan bahwa mayoritas sekolah di bawah kewenangan provinsi, terutama tingkat SMA dan SMK, tetap melanjutkan pelaksanaan program MBG seperti biasa.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan bagian dari struktur pelaksana teknis yang menangani distribusi dan pelaksanaan makan bergizi di lingkungan sekolah. Belum diketahui apakah penghentian ini bersifat sementara atau permanen, serta apakah ada kendala anggaran, distribusi, atau masalah teknis lainnya.

Kepala sekolah di salah satu SMP Negeri di Kotagede yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa sejak awal April 2025, program makan bergizi di sekolahnya tidak lagi dilanjutkan. “Kami belum menerima informasi lanjutan apakah akan dilanjutkan kembali atau tidak. Siswa juga banyak yang bertanya-tanya,” ungkapnya.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari inisiatif nasional yang bertujuan untuk memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup selama bersekolah. Program ini juga menjadi salah satu langkah pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat terkait penghentian program di wilayah tertentu. Pemerhati pendidikan dan gizi anak di Yogyakarta meminta agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberi kepastian terkait kelanjutan program tersebut.

“Jangan sampai program bagus seperti ini berhenti di tengah jalan karena buruknya koordinasi atau masalah teknis kecil. Anak-anak kita adalah prioritas,” ujar Dian Nugroho, aktivis pendidikan dari Forum Sekolah Sehat Jogja.

Warga dan orang tua siswa di wilayah Kotagede berharap ada kejelasan dan transparansi dalam pelaksanaan program. Mereka menilai, program MBG sangat membantu, terutama bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal makan di sekolah, tapi menyangkut masa depan anak bangsa. Penghentian di beberapa sekolah, meski bersifat terbatas, menimbulkan kekhawatiran akan efektivitas implementasi program ini di lapangan. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera turun tangan agar manfaat program tetap bisa dirasakan oleh seluruh peserta didik secara merata. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar