Selasa, 14 Juli 2026 | 09:05
NEWS

Sidang Lanjutan Hasto Kristianto

Sejumlah Penyusup Diamankan dan Diserahkan ke Polisi

Sejumlah Penyusup Diamankan dan Diserahkan ke Polisi
Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli Dibantu Satgas Cakra Buana amankan penyusup.

ASKARA-Sidang lanjutan kasus suap Harun Masiku dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/4/2025) sempat diiwarnai kericuhan. Pasalnya sebelum sidang lanjutan dimulai ada lima penyusup yang diamankan Satgas Cakra Buana.

Pengamanan terhadap lima penyusup tersebut  di ruang sidang bermula dari informasi yang diperoleh politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli yang  menghadiri sidang tersebut.  Informasi  yang diterima Guntur menyebutkan ada soal 20 orang bakal menyusup ke ruang sidang Hasto. Sebanyak 10 penyusup sudah masuk ke dalam ruang sidang

“Para penyusup dari informasi yang diperoleh, ingin membuat aksi teatrikal dan keributan memakai kaus bertuliskan #AdiliHasto dan #AdiliMegawati ketika sidang dimulai.  Sepuluh orang dari informasi yang saya  diterima, sudah masuk dan duduk di dalam ruang sidang. Sementara sepuluh orang masih menunggu di kursi tunggu luar sidang," kata Guntur Romli.

Dia mengatakan para penyusup bisa masuk ke ruang sidang tanpa dicurigai karena mereka memakai baju kemeja rapi menutupi kaos dalaman berwarna merah dengan tulisan #AdiliHasto dan #AdiliMegawati.

"Kaus-kaus mereka ditutupi dengan kemeja luar," kata Guntur Romli.

Dia melanjutka, dalam aksinya para penyusup berencana membuka kemeja saat sidang dimulai dan memamerkan tulisan di kaus.

Nah, mengantongi informasi tersebut, Guntur Romli berkoordinasi dengan Pamdal Pengadilan Tipikor dan kepolisian serta Satgas Cakra  Buana.Guntur kemudian bergerak cepat setelah berkoordinasi dengan pengacara Hasto, Ronny Talapessy. Ronny sebelumnya juga meminta agar Guntur segera masuk ke ruang sidang.

Di dalam ruang sidang beberapa pengunjung yang merupakan pendukung Hasto juga sudah mendeteksi kehadiran para penyusup tersebut. Dari ruang sidang, sebanyak lima penyusup berhasil diamankan. Mereka kemudian digelandang keluar dari  ruang sidang. Setelah penyusup diamankan, Satgas Cakra Buana bersama Guntur Romli menyerahkan ke Pamdal Pengadilan Tipikor. 

"Pamdal Pengadilan kemudian mengeluarkan mereka dan menyerahkan ke pihak kepolisian dan mereka ditahan di dalam truk polisi," kata Guntur Romli.

Dia mengakui kalau pengadilan Hasto memang terbuka untuk umum dan rentan disusupi oleh penyusup yang  ingin membuat kekacauan yang dapat mengganggu proses hukum.

"Massa yang menggunakan kaos-kaos provokatif dan merencanakan keributan itu hanya akan menghambat kelancaran sidang dan memancing konflik terbuka," katanya.(dry)

Komentar