Rabu, 17 Juni 2026 | 15:32
COMMUNITY

Rezeki Dua Ribu yang Diam-diam Menggunung

Rezeki Dua Ribu yang Diam-diam Menggunung
Ilustrasi tukang parkir

ASKARA - Awalnya cuma iseng. Katanya, sambil nunggu panggilan kerja, kenapa nggak coba bantu-bantu ngatur parkir di depan toko-toko swalayan. Ya, semacam Alfa dan Indo yang selalu ramai, apalagi di bulan Ramadan. Nggak ada target, nggak ada tekanan. Cuma berdiri, bantuin orang keluar-masuk kendaraan, kadang senyum, kadang cuma angguk-angguk sambil bilang, “Makasih ya, Bang.”

Tapi siapa sangka dari “cuma iseng” itu, dalam hitungan dua mingguan, rezeki yang terkumpul bikin kaget diri sendiri. Bayangin aja, per hari bisa dapet antara tujuh ratus ribu sampai satu koma dua juta. Bersih. Setelah dipotong "biaya keamanan"—sebut aja setor preman—yang nilainya cuma seratus dua puluh ribu sehari.

Pekerjaan ini, yang sering dipandang sebelah mata, ternyata diam-diam jadi ladang subur yang banyak orang nggak sadar. Cuma bermodalkan peluit, baju bebas, dan tempat berdiri di depan toko, hasilnya bisa ngalahin gaji karyawan kantoran. Bahkan kalau dihitung-hitung, bisa melebihi penghasilan manajer baru di perusahaan bonafide.

Lucunya, banyak yang ngasih uang dua ribu tanpa pikir panjang. Mungkin karena udah kebiasaan. Mungkin karena malas debat. “Ah, palingan cuma dua ribu.” Padahal, dari ribuan pengendara yang mampir setiap harinya, dua ribu itu jadi lautan rupiah yang nggak kelihatan. Satu orang dua ribu, dikali seratus, dikali hari-hari sibuk… pelan-pelan tapi pasti, uangnya numpuk.

Yang menarik, si tukang parkir ini bilang tahun depan kalau ada waktu senggang, dia mau balik lagi. Bukan karena susah cari kerja, tapi karena hasilnya jelas, nyata, langsung di tangan. Tanpa dipotong BPJS, tanpa potongan absensi, tanpa perlu duduk di balik meja berjam-jam.

Ini bukan soal membenarkan pungutan liar, bukan juga membanggakan pekerjaan yang belum tentu punya izin. Tapi realita di lapangan kadang seperti ini adanya. Di tengah ekonomi yang makin nggak pasti, orang-orang mencari celah, dan ternyata… tempat parkir kecil di depan minimarket bisa jadi tambang emas kalau dikelola dengan “cara tertentu.”

Mungkin memang benar kata orang,
dua ribu dari kita nggak akan bikin kita jatuh miskin,
tapi bisa bikin satu orang tukang parkir hidup bergelimang uang. Diam-diam, tapi pasti. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar