Panen Padi Trisakti di Serang: Produktivitas Tinggi dalam 72 Hari, Solusi Menuju Swasembada Beras
ASKARA – Pada 14 April 2025 lalu, petani di Kabupaten Serang, Banten, sukses melaksanakan panen bersama padi Trisakti Super Ultra Geniah, menandai revolusi di sektor pertanian.
Dengan usia tanam hanya 72 hari setelah tanam (HST), varietas padi ini menunjukkan provitas (produktivitas) luar biasa mencapai 12,5 ton per hektar, melebihi standar nasional yang umumnya berkisar antara 7 hingga 11 ton per hektar. Menjadikannya solusi percepatan swasembada beras nasional.
Keberhasilan ini didukung oleh penerapan teknologi modern, seperti penggunaan mikroba Google yang mengoptimalkan produktivitas tanaman, serta benih unggul yang cepat panen.
Teknologi ini, padi Trisakti dikenal tidak hanya mempercepat waktu panen, tetapi juga mengurangi kebutuhan akan air dan pupuk kimia, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung program swasembada beras nasional.
Padi Trisakti dikenal dengan masa panen singkatnya, yakni antara 70 hingga 75 hari setelah tanam. Dengan potensi hasil mencapai 11 ton per hektar, padi ini menawarkan solusi efisien bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian dalam waktu singkat.
Harapan untuk Pertanian Masa Depan
Panen padi Trisakti di Serang menjadi contoh nyata bahwa inovasi teknologi dapat mendorong percepatan swasembada beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan hasil panen yang tinggi dan pengelolaan yang hemat sumber daya, padi Trisakti diharapkan menjadi solusi bagi ketahanan pangan nasional. Inovasi seperti ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Serang yang menargetkan empat kali tanam dan panen dalam setahun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menyatakan bahwa percepatan masa tanam dilakukan dengan memanfaatkan alat transplanter, memungkinkan petani untuk segera menanam kembali setelah panen, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
Panen bersama ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknologi pertanian, tetapi juga komitmen petani dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Dengan pendekatan inovatif dan dukungan kebijakan pemerintah, Pemkab Serang berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Serang sebagai pusat produksi padi nasional.
Pada April 2025, luas lahan panen di Kabupaten Serang mencapai 12.000 hektare, sementara pada Maret 2025 mencapai 15.000 hektare. Seluruh hasil panen telah diserap oleh Bulog, yang bekerja sama dengan penggilingan padi lokal untuk mengolah gabah menjadi beras.
“Bulog sekarang beli untuk diolah di penggiling kecil. Petani dapat untung, penggiling padi juga untung, dan harga tetap stabil,” ujar Suhardjo.

Komentar