Paguyuban Kimangculo, Wadah Pelestari Seni dan Budaya Bogor
ASKARA – Paguyuban Kimangculo menjadi wadah bagi berbagai komunitas seni dan budaya di Bogor untuk bersatu dalam pelestarian warisan leluhur. Didirikan pada 9 Februari 2020 di Sanggar Seni Laras Pakuan, komunitas ini lahir dari inisiatif beberapa perguruan silat, sanggar tari, dan komunitas seni lainnya.
Nama "Kimangculo" merupakan akronim dari "Aki, Mamang, Anak, Incu, Uwa, Alo," yang mencerminkan semangat kekeluargaan dan sinergi di antara anggotanya. Berlokasi di Jalan Sukamulya No.27, RT 07/RW 03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, paguyuban ini berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan, dan meningkatkan kualitas seni dan budaya, khususnya pencak silat.
“Tujuan utamanya adalah mempersatukan serta membina persaudaraan dan kesetiakawanan antar perguruan silat dan komunitas seni budaya lainnya di Bogor Raya, dengan pendekatan yang bersifat kekeluargaan dan tidak bermuatan politik,” ujar Yana Suryana, salah satu pendiri sekaligus Ketua Paguyuban Kimangculo, Sabtu (29/3/25).
Selain fokus pada seni dan budaya, Paguyuban Kimangculo juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, ekonomi, sosial, dan wirausaha. Harapannya, komunitas ini dapat berkontribusi dalam membangun serta mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui pelestarian kearifan lokal.
“Bersama kita melangkah, menjaga warisan leluhur. Melestarikan seni dan budaya adalah menjaga jati diri bangsa untuk generasi yang akan datang,” pungkas Yana.

Komentar