Kamis, 04 Juni 2026 | 05:57
COMMUNITY

Benarkah Malam ke-27 Adalah Malam Lailatul Qadar?

Benarkah Malam ke-27 Adalah Malam Lailatul Qadar?
Ilustrasi

ASKARA - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, diyakini lebih baik dari seribu bulan. Namun, pertanyaannya, apakah malam ke-27 di bulan Ramadhan pasti menjadi malam turunnya keberkahan tersebut? 

Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK memaparkan bahwa pendapat ini berakar dari berbagai dalil hadits yang menunjukkan kemungkinan tersebut, tetapi tidak sepenuhnya bersifat mutlak.

Hadits-Hadits tentang Malam ke-27

Beberapa hadits mencantumkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Seperti hadits dari Sahabat Ubay bin Ka’ab, beliau bersumpah bahwa malam ke-27 adalah malam Lailatul Qadar:  “Demi Allah, aku tahu kapan malam itu, yaitu malam kedua puluh tujuh.” (HR. Muslim)

Demikian pula sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Mu’awiyah:  “Lailatul Qadar adalah malam kedua puluh tujuh.”

Hadits Lain: Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir

Namun, ada juga hadits-hadits yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar tidak selalu jatuh pada malam ke-27, melainkan berada di antara 10 malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, khususnya pada malam ke-29, ke-27, dan ke-25.”

Hadits ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar bisa berpindah-pindah dari tahun ke tahun di antara malam-malam ganjil.

Pendapat Para Ulama

Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai kapan pastinya malam Lailatul Qadar terjadi.  

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan Al Imam An-Nawawi berpendapat bahwa malam ke-27 adalah malam yang paling diharapkan, tetapi tetap ada kemungkinan bahwa malam ini berpindah-pindah setiap tahun.  

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan: "Lailatul Qadar lebih mungkin terjadi di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan dan berpindah-pindah setiap tahunnya."

Apa yang Harus Dilakukan?

Sebagai bentuk kehati-hatian, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan semua malam di 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah, doa, dan membaca Al-Qur'an. Dengan demikian, kita tidak akan melewatkan kesempatan agung ini, apapun malam turunnya keberkahan tersebut.

"Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

Karena tidak ada kepastian malam Lailatul Qadar, maka umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh 10 malam terakhir Ramadhan dengan ibadah seperti:  Shalat malam (qiyamul lail), Membaca Al-Qur'an, Berdoa dan berdzikir, Memperbanyak istighfar, Memohon ampunan dan rahmat Allah.

Komentar