Mensyukuri Nikmat Sehat: Refleksi Religius atas Keadaan Manusia
ASKARA - Kesehatan adalah anugerah terbesar dari Allah yang sering kali diabaikan hingga seseorang kehilangan nikmat tersebut. Ada diksi tentang kesehatan seperti ini "Orang sehat memiliki 1000 keinginan, tetapi orang sakit hanya memiliki satu keinginan, yaitu kesembuhan." Ini menggambarkan bagaimana manusia yang sehat cenderung mengejar banyak hal—harta, jabatan, kesenangan dunia—tetapi begitu sakit menimpa, satu-satunya yang mereka harapkan adalah kembali sehat.
Kesehatan sebagai Karunia Allah
Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar tidak lalai dalam mensyukuri nikmat-Nya:
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nahl: 18)
Salah satu nikmat yang paling sering terlupakan adalah nikmat sehat. Rasulullah ﷺ bahkan menjelaskan bahwa kesehatan adalah harta berharga yang sering disia-siakan manusia:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
"Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari No. 6412)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah aset yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah, berbuat baik, dan menggapai keberkahan hidup.
Ujian Sakit dan Hikmahnya
Ketika seseorang diuji dengan sakit, itu bukan sekadar penderitaan, melainkan bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kegelisahan, bahkan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya." (HR. Bukhari No. 5641 dan Muslim No. 2573)
Dengan demikian, sakit bukan hanya ujian, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan membersihkan diri dari dosa.
Mensyukuri Kesehatan dengan Menjaganya
Syukur atas nikmat kesehatan tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan dengan perbuatan, yaitu menjaga tubuh agar tetap sehat. Rasulullah ﷺ mencontohkan pola hidup sehat dengan makan secukupnya, menjaga kebersihan, serta berolahraga. Beliau bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
"Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus makan lebih banyak, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya." (HR. Tirmidzi No. 2380)
Menjaga kesehatan juga termasuk menghindari maksiat, karena dosa dan keburukan sering kali membawa dampak buruk bagi tubuh dan jiwa. Allah berfirman:
وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al-Baqarah: 195)
Maka, menjaga kesehatan bukan hanya untuk kepentingan duniawi, tetapi juga bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah.
Kesimpulan
Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga, tetapi sering terlupakan hingga seseorang jatuh sakit. Islam mengajarkan kita untuk mensyukurinya dengan menjaga pola hidup sehat dan menggunakannya untuk kebaikan. Ketika sakit datang, kita harus bersabar dan melihatnya sebagai ujian yang dapat menghapus dosa.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang pandai bersyukur dan tidak lalai dalam menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah. Aamiin. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar