Kamis, 23 Juli 2026 | 13:39
COMMUNITY

Catatan Ringan Gembira Ramadan

Kopi Pagi: Sifat Mukmin Gembira Kedatangan Ramadan

Kopi Pagi: Sifat Mukmin Gembira Kedatangan Ramadan
Ust. M Ridwan Hilmi

Oleh: Ust. M. Ridwan Hilmi

ASKARA - Alhamdulillah. Assolaatu Wassalaamu 'Alaa Rosuulillaah.

Senang dan gembira. Begitulah sifat perasaan kaum mukminin tiap kali kedatangan Ramadan. Beragam ekspresi kegembiraan digelar, antara lain Tarhib Ramadan dan sejenisnya dengan susunan acara, ragam kuliner, fashion serta kemeriahan yang diperbolehkan untuk syi'ar Islam.

Berdasarkan keterangan Al-Quran, terdapat dua jenis hukum gembira yang diekspresikan manusia. Pertama, gembira yang dipandang terpuji (الفرح المحمود). Kedua, gembira yang dipandang tercela (الفرح المذموم).

Pertama, gembira yang terpuji, yaitu manakala manusia merasa senang dan gembira menerima anugerah Al-Quran dan Agama yang Haq, yaitu Islam. Sebab kedua hal ini nikmat terbesar serta jalan Tuhan yang dijamin kebenarannya untuk menghantarkan manusia kepada kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia dan akhirat. Termasuk senang dan gembira terhadap tibanya bulan Ramadan. (Q.S. Yunus: 58). Terlebih, diterima juga kabar menggembirakan dari Rasulullah SAW tentang Ramadan sebagai Bulan Keberkahan (شهر مبارك).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ (رواه أحمد والنسائي)

Tanda keberkahan Ramadan menurut hadits tersebut ada lima:

Pertama, di dalamnya diwajibkan puasa sebulan penuh dari makanan, minuman, dusta, caci maki, gaduh dan berkelahi sehingga fisik manusia menjadi sehat bugar dan akhlak serta adabnya santun dan mulia selayaknya manusia beriman dan bertaqwa (Q.S. Al-Baqoroh: 183-184).

Kedua, dibukanya lebar-lebar pintu langit lambang berlimpah ruahnya amal ibadah, dzikir, du'a, sedekah dan kebaikan oleh para soimun dan soimat di bumi yang siap diangkut dan diangkat naik ke atas langit oleh malaikat ke hadapan Allah SWT (Q.S. Fatir: 10 dan Al- Ma'arij: 4).

عن عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - قال : إذا حدثناكم بحديث أتيناكم بتصديق ذلك في كتاب الله ، إن العبد إذا قال : سبحان الله والحمد لله ، ولا إله إلا الله ، والله أكبر ، وتبارك الله ، قبض عليهن ملك فضمهن تحت جناحه وصعد بهن لا يمر بهن على جمع من الملائكة إلا استغفروا لقائلهن ، حتى يجيء بهن وجه الرحمن ، ثم تلا عبد الله : ( إليه يصعد الكلم الطيب والعمل الصالح يرفعه ) . رواه الطبراني والحاكم

Ketiga, dikuncinya pintu-pintu neraka lambang dimurahkannya ampunan Allah dan pembebasan para soimun dan soimat dari neraka. 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ. (رواه مسلم)

عن ابي هربرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: مَن صامَ رمضانَ وقامَهُ ، إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ لَهُ ما تقدَّمَ من ذنبِهِ ، ومَن قامَ ليلةَ القدرِ إيمانًا واحتِسابًا غُفِرَ لَهُ ما تقدَّمَ من ذنبِهِ (رواه الترمذي)

عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ ) . رواه أحمد وابن ماجه 

Keempat, dibelenggunya syaitan-syaitan durjana lambang sedikitnya kejahatan, tipu daya dan manipulasi yang biasa terjadi di bumi akibat bisikan dan hasutan syaitan (Q.S. An-Nas: 5). Maka mayoritas manusia yang menunaikan puasa Ramadan, seketika berhenti dari keburukan dan kemaksiatan seperti korupsi, judi, zina, dsb dan tinggallah sejumlah kecil manusia durjana yang masih melakukannya akibat kekufuran yang telah lama dilakukan (Q.S. Al- Mutoffifin: 14).

Kelima, terdapatnya Lailatul Qadar yang ibadah di malam tersebut dinilai Allah lebih besar pahalanya daripada seribu bulan (Q.S. Al-Qodar: 4)

Di samping kegembiraan yang dipandang terpuji tersebut, terdapat dua kegembiraan yang tercela menurut Al-Quran.

Pertama, senang dan gembira manakala meraih harta kekayaan secara berlebihan. Sebab, kenyamanan dan kemewahan yang dinikmati dari harta kekayaannya itu dapat melenakannya dari kewajiban beribadah kepada Allah. Selain itu, dapat menumbuhkan keangkuhan di hadapan sesama manusia. Hilang rasa setara dan seperasaan sebagai sesama manusia. (Q.S. Al-Qosos: 76).

Kedua, senang dan gembira manakala meraih ilmu-ilmu dunia yang menentang dan mencemarkan bahkan mendustakan agama yang Haq. Sebab, ilmu demikian dapat menyebabkan keraguan dan kekufuran serta sikap permusuhan terhadap ajaran agama. Semakin tumbuh suburnya penistaan agama, disebabkan antara lain oleh faktor ini (Q.S. Al-Mukmin: 83 dan Ar-Rum: 7).

Harta dan ilmu dunia yang digunakan untuk menolong agama tentu itulah tindakan yang terpuji (Q.S. At-Taubah: 41).

Semoga Allah menurunkan hidayah taufiq kepada kita. Kita dimudahkan beramal ibadah dan akhlaq mulia, khususnya Ramadan tahun ini.

Komentar