Atasi Kekurangan Air di Lahan Pertanian, Komisi IV DPR Usulkan Pembuatan Sumur Bor Massal
ASKARA – Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah kekurangan air di sektor pertanian, terutama di daerah dengan curah hujan rendah.
Salah satu solusi yang diajukannya adalah pembuatan sumur bor.
Usman menekankan, ketersediaan air merupakan faktor kunci dalam pertanian.
"Tanpa air yang cukup, petani tidak dapat mengairi sawah mereka, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produksi pertanian," kata Usman.
Usman menilai, pembuatan sumur bor dapat menjadi solusi efektif untuk membantu petani mengatasi masalah ini.
"Masih banyak kawasan yang memiliki curah hujan yang pendek sehingga lahan pertanian tidak mampu teririgasi dengan baik sehingga produksi pangan pun tidak maksimal," kata Usman, Kamis (20/2/2025).
Usman mencontohkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai daerah yang memiliki masalah kekurangan air yang serius.
Menurut Usman, hampir 70% penduduk NTT berprofesi sebagai petani, namun produktivitas pertanian mereka belum optimal karena masalah irigasi.
"Sumber utama pertanian itu kan air, pupuk, bibit dan alat pertanian. Tapi yang paling utama itu air. Kalau tidak ada air, orang mau bertani pakai apa?," ujar Usman.
Usman mengusulkan agar pembuatan sumur bor ini didanai oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.
Dirinya juga menekankan pentingnya pemetaan yang cermat untuk menentukan titik-titik yang memiliki sumber air yang memadai.
Selain itu, Usman juga menyarankan penggunaan pompa air berkapasitas tinggi untuk memastikan distribusi air yang efisien ke lahan pertanian.
"Jika pembangunan sumur bor ini dilakukan secara cepat dan tepat, para petani masih tetap dapat bertani walaupun musim kemarau tiba," harap Usman.
Usman berharap, dengan pembuatan sumur bor yang masif, produksi pertanian dapat meningkat secara signifikan.
"Pada akhirnya program ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas," pungkas Usman Husin.

Komentar