Jeruk, Buah Wajib dalam Perayaan Imlek: Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran
ASKARA - Setiap perayaan Imlek, jeruk hampir selalu hadir di meja makan, rumah, dan tempat ibadah masyarakat Tionghoa. Buah ini bukan sekadar camilan atau pemanis dekorasi, tetapi memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Dalam tradisi Tionghoa, jeruk mandarin disebut "kam", yang dalam dialek Kanton memiliki bunyi yang mirip dengan kata "emas." Oleh karena itu, jeruk sering dikaitkan dengan rezeki dan keberuntungan.
"Bentuknya yang bulat melambangkan keharmonisan dan kesempurnaan, sementara warnanya yang keemasan dianggap membawa energi positif serta kesejahteraan," kata Nina Nathalia, Kamis (30/1).
Selain itu, lanjutnya, pemberian jeruk saat Imlek juga menjadi simbol berbagi keberuntungan. Biasanya, keluarga dan kerabat saling bertukar jeruk sebagai ungkapan harapan agar tahun yang baru membawa rezeki melimpah dan kebahagiaan.
Tidak hanya itu, kehadiran jeruk juga erat kaitannya dengan filosofi feng shui. Meletakkan jeruk di rumah atau tempat usaha dipercaya dapat menarik energi baik dan menjauhkan kesialan. Tak heran jika di banyak rumah dan toko saat Imlek, jeruk mandarin selalu tersusun rapi dalam jumlah genap sebagai simbol keseimbangan dan kelimpahan.
Dengan makna mendalam yang terkandung di dalamnya, jeruk tetap menjadi salah satu elemen penting dalam setiap perayaan Imlek, bukan hanya sebagai buah biasa, tetapi juga sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik di tahun yang baru.

Komentar