Belajar Bahasa Mandarin Menyambut Imlek
ASKARA - Menjelang perayaan Imlek, banyak orang yang bersemangat mempersiapkan diri, tidak hanya dengan membeli perlengkapan atau makanan khas, tetapi juga dengan mempelajari Bahasa Mandarin. Salah satunya adalah Hadi, seorang pemuda yang ingin memperdalam bahasa dan budaya Tiongkok untuk bisa berinteraksi lebih baik dengan teman-teman barunya yang berasal dari sana.
Pada suatu sore, Hadi bertemu Asiong dan minta agar diajari berbagai kata dan ungkapan khas dalam Bahasa Mandarin. "Jika kamu ingin mengatakan seseorang yang tidak punya izin, kamu bisa bilang 'Lu Lan Chang'," kata Asiong.
Hadi yang penasaran mulai mencatat dengan teliti. "Bagaimana jika seseorang itu tidak setia?" tanya Hadi. "Untuk itu, kita bilang 'Lu She Rong'," jawab Asiong dengan tersenyum.
Semakin lama, Hadi semakin antusias. Asiong menyebutkan beberapa istilah lainnya. "Kalau ada orang yang besar badannya, kita sebut 'Lu King Kong'. Kalau ada yang tidak sopan, sebutannya 'Lu Sin Chan'. Kalau tidak tahu diri, kita bilang 'Lu Shia Lan'," jelas Asiong.
"Pernah dengar 'Wong Fei Hung'?" tanya Asiong. "Dia adalah jagoan legendaris. Dan untuk orang yang kerjanya lambat, kita bisa bilang 'Wong Shan Thai'," lanjutnya.
Hadi semakin tertarik, apalagi ketika Asiong mulai menyebutkan nama-nama yang terdengar lebih serius. "Untuk orang dewasa, kita bisa bilang 'Lu Ma Theng'. Kalau mantan presiden , kita sebut 'Tjo Kho Wie'. Dan jika ada bantuan, kita bisa menyebutnya 'Toe Lung Dong'," kata Asiong.
Semakin lama, Hadi merasa bahwa belajar Bahasa Mandarin ini tidak hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang cara berkomunikasi dengan cara yang menyenangkan. “Ada juga kata untuk orang kaya, yaitu ‘Wong Tsu Gie’. Untuk alat musik, kita bisa bilang ‘Kho Lin Thang’, dan belokan itu ‘Thie Kung An’,” tutur Asiong.
Namun, yang paling seru adalah saat Asiong membahas beberapa istilah yang berkaitan dengan lomba dan makanan. "Lombanya disebut 'Tan Ding An', dan makanan yang enak itu 'Che Mie Lan'," tambah Asiong, membuat Johny yang turut mendengar cengar-cengir menahan tawa.
Di akhir pertemuan, Johny yang sedari awal asik mendengar, tidak tahan untuk menimpali tentang beberapa istilah kepada Hadi. "Untuk orang kurus, kita bilang 'Cha Ching An', dan jika ada yang menulis, kita sebut 'Wong Ee Dan'. Yang mengedarkan informasi, kita panggil 'Fang Go Sip', sedangkan yang sedang membaca disebut 'Wong Sha Bleng'," tutur Johny dengan penuh semangat.

Komentar