Rabu, 17 Juni 2026 | 22:45
COMMUNITY

Pantangan Isi Angpao Saat Imlek. Bisa Membawa kesialan?

Pantangan Isi Angpao Saat Imlek. Bisa Membawa kesialan?
Ilustrasi angpao Imlek (pixabay)

ASKARA - Imlek adalah perayaan Tahun Baru sangat penting dalam budaya Tionghoa, karena dipercaya sebagai awal dari siklus baru dan kesempatan untuk membersihkan diri dari energi negatif tahun sebelumnya. 

Bagi masyarakat Tionghoa yang menggunakan penanggalan lunar atau kalender bulan. Biasanya perayaan ini berlangsung selama 15 hari, dimulai pada malam Tahun Baru dan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh.

Tahun Baru Imlek 2025 akan dirayakan pada Rabu, 29 Januari 2025. Perayaan ini juga diikuti dengan cuti bersama pada tanggal Selasa, 28 Januari 2025 dan libur nasional pada tanggal 29 Januari 2025. 

Selama perayaan ini, orang-orang berkumpul dengan keluarga, mengunjungi rumah sanak saudara, serta memberi dan menerima angpao (amplop berisi uang) sebagai simbol keberuntungan dan berkah.Tradisi angpao bukan hanya soal memberi uang, tetapi juga soal menjaga hubungan keluarga, berbagi kebahagiaan, dan membawa harapan baik untuk tahun yang akan datang.

Dalam kepercayaan Tionghoa, hal-hal yang dilakukan saat Tahun Baru Imlek akan mempengaruhi keberuntungan seseorang sepanjang tahun. Berdasarkan tradisi atau kepercayaan masyarakat Tionghoa, ada beberapa pantangan saat Imlek yang diyakini dapat membawa kesialan jika dilanggar saat memberikan isi angpao. 

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung, namun banyak orang yang tetap mematuhi pantangan-pantangan ini karena dianggap dapat membawa kesialan atau mempengaruhi keberuntungan. 

Salah satu pantangan yang sering disebut adalah jangan memberikan angka ganjil dalam angpao. Angka ganjil dianggap membawa ketidakberuntungan, sementara angka genap dianggap membawa keberuntungan. Selain itu, angka 4 juga sebaiknya dihindari karena dianggap membawa kesialan karena bunyi "4" dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata "mati".

Berikut beberapa pantangan yang sering ditemukan:

1. Jumlah uang yang tidak genap: Dalam banyak budaya Tionghoa, uang yang diberikan dalam angpao diharapkan berjumlah genap. Angka ganjil seringkali dianggap membawa kesialan karena dianggap berhubungan dengan kematian (misalnya angka 4, yang dalam bahasa Mandarin terdengar seperti kata "mati").

2. Uang sobek atau lusuh: Memberikan uang yang sudah sobek atau terlihat lusuh dianggap tidak sopan dan bisa membawa kesialan. Uang yang digunakan dalam angpao harus dalam kondisi baik dan utuh.

3. Mencantumkan angka 4: Seperti disebutkan sebelumnya, angka 4 dalam budaya Tionghoa sering dihindari karena pengucapannya yang mirip dengan kata "mati". Oleh karena itu, pemberian uang dengan jumlah yang mengandung angka 4 dianggap kurang baik.

4. Angpao diberikan pada waktu yang salah: Ada juga kepercayaan bahwa memberikan angpao di waktu yang tidak tepat, seperti setelah matahari terbenam atau pada hari tertentu yang dianggap tidak menguntungkan, bisa membawa kesialan.

5. Memberikan uang dalam jumlah terlalu sedikit: Memberikan angpao dengan jumlah uang yang sangat sedikit juga bisa dianggap tidak sopan atau tidak menghormati penerima, terutama dalam perayaan penting seperti Tahun Baru Imlek.

Meskipun pantangan-pantangan ini diikuti oleh banyak orang, pada akhirnya ini lebih berkaitan dengan kepercayaan budaya dan tradisi, dan tidak ada bukti yang bisa membuktikan bahwa memberikan angpao dengan isi yang salah benar-benar membawa kesialan. 

Namun, jika Anda ingin menghormati tradisi dan budaya, mengikuti pantangan-pantangan tersebut bisa menjadi cara untuk menunjukkan rasa hormat kepada penerima angpao.

Makna Perayaan Imlek 

Imlek, atau Tahun Baru Cina, adalah perayaan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa untuk menyambut awal tahun baru menurut kalender lunar (penanggalan bulan). Istilah "Imlek" sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang merujuk pada "Yin Li" yang artinya adalah kalender Tionghoa. Perayaan Imlek memiliki makna yang sangat penting, baik secara budaya maupun spiritual.

Tahun Baru Imlek biasanya melibatkan berbagai tradisi, seperti membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk, makan hidangan khusus, berkumpul bersama keluarga, dan memberikan angpao (amplop merah berisi uang) kepada anak-anak atau orang yang lebih muda. Selain itu, ada juga perayaan kembang api, pertunjukan tarian naga dan singa, serta berbagai kegiatan keagamaan yang berhubungan dengan penghormatan terhadap leluhur.

Imlek juga menandakan pergantian tahun menurut sistem penanggalan Tionghoa yang menggunakan siklus 12 tahun, dengan setiap tahun diwakili oleh satu binatang dalam Zodiak Cina, seperti Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.

Secara keseluruhan, perayaan Tahun Baru Imlek bertujuan untuk merayakan kedatangan musim semi, membawa kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan di tahun yang baru.

Komentar