Aksi Damai Lingkar Mahasiswa Pemuda Pelopor Tuntut Usut Tuntas Dugaan Beking Rokok Ilegal
ASKARA – Ketua Lingkar Mahasiswa Pemuda Pelopor, Kartika Dewantoro, memimpin aksi damai di depan Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dilanjutkan ke depan Markas Besar Polri RI hari ini, Senin (13/1/2025). Dalam aksinya, ia mengungkapkan dugaan keterlibatan oknum anggota Polri, AIPTU Imam Pamuji, dalam pengawalan dan pembiaran bisnis rokok ilegal merek 68 yang diproduksi oleh CV. Karunia Enam Delapan, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut informasi yang dihimpun, CV. Karunia Enam Delapan, yang dikelola oleh Yusrifan Rochmandiansyah Saputro, sebelumnya telah diamankan oleh Bea Cukai Pasuruan dengan barang bukti berupa satu truk berisi ratusan rokok ilegal tanpa cukai. Namun, AIPTU Imam Pamuji, yang diduga menjadi pihak yang mengamankan dan melancarkan bisnis ilegal tersebut, hingga kini tidak tersentuh hukum.
Selain itu, AIPTU Imam Pamuji juga diduga memiliki sejumlah mesin produksi rokok ilegal yang dititipkan kepada beberapa pihak, seperti Hj. Sukarnam, Hj. Anshori, dan Hj. Mail, yang masing-masing mengoperasikan pabrik rokok ilegal di wilayah Malang, Jawa Timur. Hasil dari bisnis ilegal ini disebut telah digunakan untuk membeli sejumlah aset mewah, termasuk mobil Mitsubishi Pajero putih mutiara dan properti yang nilainya jauh melampaui penghasilan seorang anggota Bintara Polri.
Kartika Dewantoro menekankan bahwa aktivitas produksi dan peredaran rokok ilegal sangat merugikan negara. “Produksi rokok ilegal ini jelas menggerus penerimaan negara dari cukai, membebani industri rokok legal, dan mengancam keberlangsungan ekonomi nasional,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, Lingkar Mahasiswa Pemuda Pelopor menyampaikan sejumlah tuntutan:
1. Mabes Polri dan Bea Cukai segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan AIPTU Imam Pamuji dalam mendukung peredaran rokok ilegal.
2. Divisi Propam Mabes Polri segera memanggil, memeriksa, dan memproses hukum AIPTU Imam Pamuji atas dugaan pelanggaran kode etik Polri dan keterlibatannya dalam bisnis ilegal.
“Kami tidak akan berhenti mengawal kasus ini. Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan terus melakukan aksi hingga ke depan Istana Negara untuk memastikan Bapak Presiden mengetahui permasalahan ini,” tambah Kartika.
Aksi damai ini diakhiri dengan harapan besar agar institusi Polri menjaga integritasnya dan menindak tegas setiap oknum yang mencoreng nama baik kepolisian. Kartika juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut mendukung perjuangan melawan peredaran rokok ilegal.

Komentar