Senin, 03 Agustus 2026 | 03:37
COMMUNITY

Ketua PWI Pusat Buka Seminar Evaluasi PON: Gengsi atau Prestasi?

Ketua PWI Pusat Buka Seminar Evaluasi PON: Gengsi atau Prestasi?
Ketua Umum PWI Pusat ketika membuka seminar (Dok SIWO)

ASKARA - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, resmi membuka seminar bertajuk Evaluasi Pekan Olahraga Nasional (PON): Gengsi atau Prestasi yang berlangsung di Bandung pada Kamis (12/12). Acara ini dikemas dengan suasana serius dan mendalam, membahas berbagai isu yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan PON.

Salah satu pokok pembahasan utama adalah diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) yang dinilai memiliki banyak poin kontroversial. Dalam seminar ini, para peserta yang terdiri dari wartawan, akademisi, dan penggiat olahraga sepakat bahwa tugas wartawan menjadi sangat penting dalam mengawasi implementasi kebijakan tersebut.

"Beberapa poin dalam Permen ini bertentangan dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Olimpiade. Hal ini perlu menjadi perhatian serius, apakah regulasi ini layak diberlakukan atau justru menjadi penghambat prestasi olahraga nasional," ujar Zulmansyah dalam pidato pembukaannya.

Seminar juga menyoroti berbagai titik lemah dalam Permen, termasuk ketentuan yang mengharuskan pencalonan ketua cabang olahraga (cabor) mendapat persetujuan dari pemerintah. Kebijakan ini dianggap sebagai salah satu hambatan besar yang dapat mengganggu independensi dan dinamika pembinaan olahraga di Indonesia.

Hasil diskusi dan rekomendasi dari seminar ini rencananya akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi. Para peserta berharap pemerintah dapat mempertimbangkan masukan-masukan tersebut, khususnya poin-poin yang dinilai menghambat upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Komentar