Kamis, 04 Juni 2026 | 09:08
NEWS

Kebun Teh Tertinggi Kedua di Dunia Ada di Kayu Aro

Kebun Teh Tertinggi Kedua di Dunia Ada di Kayu Aro
Kebun teh Kayu Aro di Kaki Gunung Kerinci (Dok IG piknikkerinci)

ASKARA - Kebun Teh Kayu Aro, terletak di kaki Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, menjadi salah satu warisan sejarah yang memukau. Dengan luas sekitar 2.500 hektare dan berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, kebun ini menyimpan pesona alam yang luar biasa. Tidak hanya itu, Kebun Teh Kayu Aro juga tercatat sebagai kebun teh tertinggi kedua di dunia setelah Darjeeling, India.

Perkebunan ini didirikan pada masa penjajahan Belanda antara tahun 1925 hingga 1928. Awalnya, lahan ini ditanami kopi, tetapi hasil panen yang kurang optimal mendorong Belanda menanami teh sebagai alternatif. Sejak saat itu, Kebun Teh Kayu Aro menjadi penghasil teh hitam berkualitas dunia yang tetap beroperasi hingga kini.

Setelah Indonesia merdeka, perkebunan ini beberapa kali berganti pengelola. Pada tahun 1974, kebun ini dikelola oleh PT Perkebunan VIII. Kemudian, pada tahun 1996, perusahaan ini dikonsolidasi dengan beberapa perusahaan lain di Sumatera Barat dan Jambi, menjadi PT Perkebunan Nusantara VI. Sejak tahun 1998, kebun ini juga dibuka sebagai destinasi wisata.

Selain nilai historisnya, Kebun Teh Kayu Aro juga terkenal karena kualitas teh hitamnya yang mendunia. Setiap tahun, kebun ini mampu menghasilkan sekitar 5.500 ton teh yang diekspor ke berbagai negara. Keunggulan kualitas ini membuat teh Kayu Aro dikenal luas, khususnya di pasar internasional.

Sebagai destinasi wisata, Kebun Teh Kayu Aro menawarkan pemandangan menakjubkan dengan latar Gunung Kerinci yang megah. Perkebunan ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati udara segar, keindahan alam, serta menelusuri jejak sejarah peninggalan kolonial yang masih terjaga hingga kini.

 

 

Komentar