Prof Rokhmin Dahuri Ungkap 8 Keunggulan Strategis Rumput Laut Sebagai Panasea Masa Depan Ekonomi Indonesia
ASKARA - Anggota DPR RI 2024 – 2029, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menegaskan, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, dengan produksi mencapai 9,6 juta ton pada tahun 2022. Potensi ini menempatkan Indonesia dalam posisi strategis untuk menjadi kekuatan ekonomi global melalui pengembangan industri rumput laut.
Demikian disampaikan Prof Rokhmin Dahuri pada Diskusi Rembuk Nasional Masyarakat Rumput Laut Indonesia di Makassar, Sabtu, 30 November 2024. Acara diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Rumput Laut Indonesia (Aspperli), Maporina, Hipka, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membahas berbagai solusi atas tantangan yang dihadapi oleh industri ini, termasuk harga jual yang rendah.
"Namun, meski menjadi produsen utama, Indonesia belum berhasil menjadi eksportir terbesar dunia," ujar Prof Rokhmin Dahuri
Dalam paparannya, Prof. Rokhmin Dahuri menyebut rumput laut sebagai panasea atau solusi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% sesuai dengan target Presiden Prabowo Subianto.
Beliau menekankan pentingnya inovasi dalam produk olahan bernilai tambah, seperti kosmetik dan makanan, sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing industri.
Dengan memanfaatkan potensi besar rumput laut dan mendorong inovasi dalam produk olahan bernilai tambah, sektor rumput laut dapat menjadi panasea untuk masa depan ekonomi Indonesia.
"Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan industri menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini," kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 – 2004 itu.
Delapan Keunggulan Strategis
Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan delapan keunggulan strategis yang menjadikan rumput laut sebagai panasea bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, yaitu:
Pertama, Potensi Besar: Indonesia adalah pemimpin global dalam produksi karagenan dan agarosa.
Kedua, Manfaat Luas: Rumput laut digunakan sebagai bahan baku utama di berbagai industri strategis.
Ketiga, Prospek Cerah: Permintaan rumput laut terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dunia.
Keempat, Budidaya Mudah: Budidaya rumput laut memerlukan modal kecil, panen cepat, dan teknologi yang sederhana.
Kelima, Dampak Sosial: Industri rumput laut dapat mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah.
Keenam, Kontribusi Lingkungan: Rumput laut merupakan penyerap karbon yang efektif dan mendukung mitigasi perubahan iklim.
Ketujuh, Ekosistem Sehat: Budidaya rumput laut membantu menjaga keseimbangan biodiversitas laut.
Kedelapan, Terbarukan: Rumput laut adalah sumber daya yang berkelanjutan dan mendukung pembangunan yang ramah lingkungan.

Komentar