Perbedaan Hasil Survei Pilgub Jateng Cerminkan Dinamika Pemilih
ASKARA - Salah satu Pendiri Beranda Ruang Diskusi sekaligus praktisi media, Dar Edi Yoga, menilai perbedaan hasil survei tiga lembaga terkait Pilgub Jawa Tengah 2024 mencerminkan kompleksitas dinamika pemilih. Meski dilakukan dalam waktu hampir bersamaan pada Oktober 2024, hasil survei SMRC, Litbang Kompas, dan LSI Denny JA menunjukkan variasi signifikan.
“Perbedaan ini terjadi karena faktor metodologi, pendekatan lapangan, serta keragaman karakteristik responden yang disasar oleh masing-masing lembaga survei,” ujar Dar Edi Yoga, Minggu (24/11).
Survei SMRC, yang berlangsung 17-22 Oktober 2024, menempatkan pasangan Andika-Hendi unggul tipis dengan 50,4%, dibandingkan Luthfi-Yasin yang memperoleh 47%. Di sisi lain, Litbang Kompas pada 15-20 Oktober 2024 menunjukkan persaingan lebih ketat, dengan Andika-Hendi meraih 28,8% dan Luthfi-Yasin 28,1%.
Namun, hasil survei LSI Denny JA pada 16-22 Oktober 2024 justru menunjukkan dominasi pasangan Luthfi-Yasin dengan 46,8%, sementara Andika-Hendi hanya memperoleh 28,2%. “Ketidakkonsistenan ini bisa disebabkan oleh margin of error yang berbeda, jumlah responden, serta teknik sampling yang digunakan,” jelas Dar Edi Yoga.
Menurutnya, angka-angka yang dihasilkan survei tak hanya soal angka elektabilitas, tetapi juga merepresentasikan wilayah atau segmen tertentu yang memiliki dinamika pemilih berbeda. "Semakin heterogen wilayah survei, semakin mungkin hasilnya beragam," tambahnya.
Dar Edi Yoga juga menilai bahwa perbedaan ini menjadi tantangan bagi tim kampanye masing-masing pasangan calon untuk memahami peta kekuatan dan kelemahan mereka secara lebih spesifik. “Data survei tetap relevan jika digunakan untuk membangun strategi, tapi jangan hanya berpatok pada satu lembaga saja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kampanye berbasis isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Pemilih akan cenderung mendukung pasangan yang menyuarakan solusi atas masalah mereka, terutama di masa krusial menjelang pemungutan suara," tutup Dar Edi Yoga.

Komentar